RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Provinsi Jawa Barat, menargetkan sebanyak 2500 hunian tetap (huntap) bisa dibangun pada Oktober 2023 mendatang. Padahal, pembangunan ini sudah dimulai sejak 2020. Berbagai alasan klasik pun terus dilontarkan Pemkab Bogor, dimulai dari tak ada lahan hingga daerah mana saja yang boleh dibangun huntap. Padahal, Rp 155 Miliar uang negara sudah dianggarkan untuk pembangunan huntap tersebut.
“Update kemaren sudah dibangun di 500 unitan dari 2500. Kita targetkan bulan oktober selesai 2500 huntap,” kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, Selasa, 23 Mei 2023.
Baca Juga: Tebing Jalan Penghubung Kabupaten Bogor Dan Tangerang Alami Longsor
Ajat sapaan akrabnya menyebut, Pemkab Bogor menganggarkan sekitar Rp155 miliar untuk pembangunan Huntap bagi warga yang terdampak bencana pada 2020 lalu.
“Anggaran per satu huntap Rp62 juta, itu di luar anggaran untuk sarana dan prasarana,” papar Ajat.
Kata Ajat, pembangunan Huntap dilakukan oleh masyarakat sekitar. Sehingga, masyarakat tidak hanya mendapatkan rumah dari pemerintah, tapi juga mendapatkan pekerjaan dari pembangunan Huntap tersebut.
“Kemarin, saya kesana untuk melihat pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan fisik, arahannya emang agar masyarakat diberdayakan,” papar Ajat.
Baca Juga: Pemkab Akui Lamban Bangun Huntap Korban Bencana Sukajaya
Menurut Ajat, lamanya pembangunan huntap pasca bencana banjir bandang di wilayah Barat Kabupaten Bogor tersebut, dikarenakan kendala anggaran yang dialokasikan kepada pandemi Covid-19 dua tahun lalu.
“Anggaran 2020 dan 2021 itu kan Covid-19. Jadi, konsentrasinya ke Covid-19. 2023 baru fokus ke huntam,” ucap Ajat.
Tak hanya itu, keterbatasan lahan dan pencarian lahan strategis pun menjadi kendala lamanya pembangunan Huntap.
“Awalnya kita terkendala masalah tanah, kita tak punya tanah, kendala teknis area mana yang boleh dibangun rumah, jadi selektif. Ini prosesnya panjang,” tutup Ajat













Komentar