Meski Ditolak Pedagang, Rest Area Gunung Mas Tetap Dibangun Demi Diakui Wisata Nasional

 

RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tetap akan melaunching tempat relokasi para pedagang kaki lima (PKL) ke Rest Area Gunung Mas, Puncak di tengah banyaknya penolakan.

Perumda PT Sayaga Wisata sebagai pengelola Rest Area Gunung Mas mengaku telah mengetahui penolakan-penolakan itu sejak lama.

“Itu sudah sejak 2016 keberatan, 2015 pun kalo saya mengamati itu dulunya jangan dibongkar kalo di relokasi boleh. Kemudian begitu direlokasi, lalu di relokasi pasti ada masalah,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor, Supriadi Jufri, Senin 25 September 2023.

Baca Juga : Para Pedagang di Puncak Tolak Relokasi di Rest Area Gunung Mas, Alasannya Bikin Hati Teriris

Saat upaya relokasi itu, tidak sedikit para PKL menolak upaya relokasi. Namun, lanjut dia, upaya relokasi itu tetap dilakukan pemerintah Kabupaten Bogor.

“Itulah relokasi itu, biasanya aspirasi didengar tapi tidak mungkin pemerintah mendengarkan semua aspirasi, moal (tidak akan) jadi-jadi makanya tidak mungkin. Itulah tetap ada keputusan yang menurut pemerintah dianggap baik untuk semua bukan hanya untuk pedagang (yang menolak) gitu,” papar dia.

Salah satu alasan relokasi itu, yakni karena ancaman kawasan Puncak akan dihapus jadi Wisata strategis nasional karena kurang tertatanya para PKL.

“Sebenernya komplain itu banyak kita dapatkan, masalah kumuh, masalah tidak tertata dan segala macamnya bahkan yang paling krusial itu puncak akan dikeluarkan dari destinasi wisata strategis nasional,” papar dia.

Ia bahkan tidak mentolelir para PKL yang berjualan menolak relokasi karena alasan mencari nafkah untuk menghidupi kehidupan sehari-hari mereka.

“Tidak bisa juga kita atas dasar mencari nafkah terus melanggar aturan, ga boleh juga. Jadi sosialisasi ini hanya menampung aspirasi dan aspirasi itu sudah dipenuhi tapi tidak mungkin semua,” tutup dia.

 

Simak rasioo.id di GoogleNews

 

 

 

Komentar