Ingatkan Sayaga Wisata Agar Tak “Jalan di Tempat”, Sastra Winara: Didirikannya BUMD itu untuk Sharing Profit

 

RASIOO.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sayaga Wisata agar terus melakukan evaluasi untuk menjadi BUMD yang memberikan manfaat.

Sastra menyampaikan, beberapa sub usaha BUMD Sayaga Wisata belum berjalan maksimal, diantaranya Rest Area Puncak dan Hotel Sayaga yang belum beroperasi bertahun-tahun.

Sastra menyampaikan, Sayaga Wisata harus bisa menggaet wisatawan agar bisa meramaikan Rest Area Puncak yang saat ini masih sepi pengunjung.

“Tentu Sayaga harus bisa bersosialisasi kepada masyarakat, bisa menggaet para wisatawan bisa datang ke situ dengan cara seperti apa, biar Sayaga dan pemerintah daerah bagaimana rest area ini bisa hidup karena ini kan ratusan orang yang berdagang,” kata dia, Rabu 23 April 2025.

“Jangan sampai nanti balik lagi ke tempat itu (sepi lagi) karena ini kan urusannya perut (para pedagang),” lanjut dia.

Sastra Winara juga menyoroti Hotel Sayaga yang hingga saat ini belum dioperasikan oleh Sayaga Wisata. Padahal, pemerintah Kabupaten Bogor menggelontorkan anggaran tidak sedikit untuk Hotel Sayaga itu.

Sastra menyakini, Bupati Bogor Rudy Susmanto akan melakukan evaluasi kepada BUMD yang belum bisa menyeimbangi ritme kerja.

“Tentu dengan semangat baru pak Bupati-Wakil Bupati, ke depan harus betul-betul dikaji dulu harus dimintain saran ke tokoh bogor bagaimana di rest area dan hotel supaya hidup (ramai atau menguntungkan),” jelas dia.

Ia mengingatkan, Sayaga Wisata agar tidak lupa bahwa esensi dibentuknya BUMD salah satunya adalah untuk memberikan deviden atau sharing profit ke kas daerah.

“Saya percaya niat untuk mendirikan BUMD pasti pertama untuk supaya pemerintah daerah dapat sharing profit, makanya Bupati-Wakil Bupati bisa menempatkan orang-orang yang hebat di BUMD,” jelas dia.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar