RASIOO.ID – NU Kota Bogor siap menyongsong organisasi yang kuat, tajam, dan kokoh. NU Kota Bogor juga kini fokus PCNU Kota Bogor kali ini kemandirian ekonomi.
“Kemandirian ekonomi untuk organisasi jadi harapan bagi NU, terutama PCNU Kota Bogor,” kata Ir H Edi Nurokhman, ketua PCNU Kota Bogor, pada Silaturahmi PWNU Jawa Barat dengan PCNU Kota Bogor berbingkai Halaqoh Kebangsaan Halaqah Kebangsaan dan Konsolidasi Organisasi, Rabu (4/10/2023).
Edi menegaskan, fokus pada kemandirian ekonomi bagi NU Kota Bogor sangat penting agar roda organisasi NU terus bergerak dan berjalan.
Salah satu aksi kemandirian ekonomi yang dilakukan PCNU Kota Bogor dengan menebar agen-agen minyak goreng di Kota Bogor.
“Kami juga mendorong setiap unit usaha di Kota Bogor memiliki unit usaha untuk menopang kemandirian ekonomi,” kata Edi.
Edi juga takjub dan tidak menyangka jika PWNU hadir dengan tim lengkap. Acara seperti sangat langka dan diharapkan terus berlanjut.
Baca juga : Bima Arya Tantang Fatayat NU Kota Bogor Untuk Siapkan Generasi Emas Indonesia
Sementara Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, SH menyatakan, kompak modal utama untuk organisasi yang lebih baik bagi PCNU Kota Bogor.
Setiap PCNU diakui KH Juhadi banyak tantangan. Namun, semakin banyak tantangan justru harus lebih semangat.
“Kepengurusan PCNU Kota Bogor dengan dinamika yang ada bisa selesai. Kuncinya satu, yakni untuk hiraukan tantangan dan laksanakan program PCNU Kota Bogor yang sudah disepakati,” kata Juhadi.
Dijelaskan juga, periode ini PWNU berusaha sukseskan program pelayanan kesehatan, peningkatann sumber daya pendidikan dan perekonomian warga di Jawa Barat.
NU harus hadir di posyandu-posyandu karena ada program gerakan Keluarga Maslahat. “Namun sebelum ke orang lain, kader NU harus membangun keluarga maslahat di rumah masing-masing,” lanjut Juhadi.
Sementara Rais Syuriah PWNU KH Dr Abun Bunyamin memantapkan pernyataan NU harus solid. NU harus punya karakter dan NU harus mulai rapi dengan administrasi.
“Kita harus samina wa athona (kami dengar dan patuh),” kata KH Abun.
Menurut KH Abun yang ditemui sebelum acara, PWNU Jabar saat ini berkomitmen pada struktur organisasi NU yang rapi, terdigital, dan terstruktur dengan pasti.
“Manajemen harus menjadi modal utama untuk organisasi yang kuat,” kata KH Abun.
PWNU Jabar sengaja menyempatkan keliling ke PCNU di Tatar Sunda sebagai upaya lebih menguatkan organisasi dan pengurusnya.
Solidnya NU juga kembali ditegaskan Rais Syuriah PCNU Kota Bogor KH Musthofa Abdullah Bin Nuh yang akrab disapa Abah Toto itu.
“Soko guru bangsa Indonesia terbesar Indonesia adalah Nahdlatul Ulama (NU),” kata Abah Toto.(*)















Komentar