RASIOO.id – Aksi puluhan pemuda yang mengatasnamakan Mahasiswa Bogor merusak spanduk bacaleg di pinggir jalan Kota Bogor mendapat reaksi. Setelah aksi unjuk rasa yang disertai perusakan atribut parpol dan bacaleg itu, kini beredar seruan tolak demo anarkis dari pihak yang mengatasnamakan Aliansi Simpatisan dan Kader Militan se Kota Bogor.
Aliansi tersebut menggunakan diksi “Oktober Memerah” sebagai reaksi penolakan terhadap demo anarkis yang dilakukan sekumpulan pemuda, pada Rabu 4 Oktober 2023 lalu. Titik kumpul untuk aksi tersebut ditentukan di Universita Pakuan (Unpak) Kota Bogor, Jawa Barat.
“Tolak aksi vandalisme, Rektor Unpak harus bertanggung jawab atas prilaku oknum mahasiswa Unpak saat demo pada 4 Oktober 2023,” demikian bunyi ajakan yang tersebar luas di grup-grup whatsapp tersebut.
Aliansi bahkan menuding demo disertai perusakan atribut parpol dan Bacaleg itu dilakukan oleh Kelompok Anarcho. Mereka meminta agar kampus Unpak dibersihkan dari kelompok tersebut.
“Kampus Unpak harus bersih dari kelompok Anarcho,” sambung ajakan tersebut.
Tidak disebutkan, kapan aksi akan dilakukan. Dalam selebaran itu, juga tidak dicantumkan kontak person atau koordinator yang bisa dihubungi.
Baca Juga : Baliho Bacaleg, Kebersihan Kota Bogor dan Respons Pengunjuk Rasa
Diberitakan sebelumnya, puluhan pemuda yang mengatasnamakan mahasiswa Bogor menggelar aksi unjuk rasa unik, lucu, namun juga disertai dengan perusakan. Mereka merusak baliho para bacaleg yang terpampang di pinggir jalan utama Kota Bogor. Menurut mereka, gambar muka para bacaleg berbagai partai politik itu adalah polusi visual dan “mengotori” wajah kota.
Aksi lucu mahasiswa ini dilakukan melalui teatrikal di lokasi aksi. Di hadapan polisi dan barikade kawat berduri, salah seorang peserta aksi yang memperkenalkan diri dengan nama Ustad Kanan Anarki (bukan nama sebenarnya) menggelar “tausiyah”. Dia mengawali dengan pandangan Islam terhadap kebersihan.
“Kepada seluruh jama’ah demonstan, hari ini kita akan melakukan salah satu mahfuzot (kata-kata mutiara) yang paling terkenal yaitu annadhofatu minal iman, kebersihan itu adalah sebagian dari iman,” kata dia.
Mahfudzot tersebut berasal dari hadist Nabi Muhammad SAW untuk menekankan bahwa semua orang yang mengaku beriman, memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan.
“Kita bisa lihat di Kota Bogor ini, banyak sekali polusi visual, banyak sekali bendera-bendera parpol, banyak sekali baliho-baliho caleg,” kata dia.
Dia lantas, menilai isi baliho tersebut hanya berisi kebohongan belaka. “Yang isinya mah, bohong semua,” cetus dia.
“Ustad” para demonstran itu menyimpulkan, kebohongan-kebohongan yang ditampilkan para figur di baliho yang menurut dia merusak keindahan kota Bogor itu sebagian dari ciri orang munafik.
“Kenapa, karena ciri orang munafik adalah kalau bicara dia berdusta, kalau berjanji dia ingkar, dan kalau dipercaya dia khianat,” kata dia.
Tanpa tedeng aling, Ustad Kanan Anarki itu menyematkan ciri-ciri tersebut kepada mereka-mereka yang kini duduk sebagai anggota dewan dan juga mereka yang kini “memamerkan” wajah berbagai rupa di baliho-baliho pinggir jalan.
“Kalau berbohong itu hukumnya dosa! kenapa berbohong itu dosa? karena ciri-ciri orang munafik, semua itu ada di anggota dewan,” ketus dia.
Baca Juga : Satpol PP Bogor Tak Berani Copot Baliho Politisi yang Langgar Tibum, Cecep Imam : Pimpinan Riskan
Bukan hanya sindiran pedas, para demonstran ini juga menggelar sholat berjama’ah. Beralasan masjid terdekat terhalang barikade kawat berduri, sholat berjama’ah mereka gelar di tengah jalan yang memang sudah di sterilkan dari lalu lalang kendaraan.
Cukup sampai disitu? ternyata belum. Sepulang aksi, mereka konvoi melakukan aksi sweeping baliho. Sepanjang jalan yang mereka lewatu, baliho bacaleg dari berbagai partai jadi sasara. Dengan “gemas”nya mereka memukuli wajah para bacaleg di baliho dengan tangan bahkan dengan batangan kayu.
Baliho yang dirusak tentu saja tidak melawan. Wajah Bacaleg di baliho tersebut tetap saja tersenyum, meski di robek, lalu kemudian jatuh tersungkur sujud ke tanah.
Setelah puas “korban-korban”nya jatuh tersungkur, para peserta aksi itupun meninggalkannya begitu saja. Bambu dan bekas robekan baliho pun berserakan di pinggir jalan. Nampak, gambar bacaleg masih tersenyum saat “mencium” tanah. Meskipun muka dan badannya tidak lagi utuh.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar