RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya meresmikan Puskesmas Kayumanis tahap I, Puskesmas Lawang Gintung dan Labkesda Kota Bogor secara serentak, Jumat, 29 Desember 2023.
Dalam peresmian itu, ia dampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Camat Tanah Sareal serta jajaran dan perwakilan unsur Forkopimda Kota Bogor.
Pembangunan puskesmas ini menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk lebih mendekatkan layanan primer ke tengah warga sehingga bisa cepat dilayani.
Bima Arya menitipkan agar puskesmas tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tapi juga fokus pada preventif dan promotif.
“Sesuai namanya, pusat kesehatan masyarakat. Jadi tidak hanya untuk mengobati, tetapi juga menjaga yang sehat tetap sehat,” kata Bima dalam rilisnya, 30 Desember 2023.
“Semoga pekarangan luas yang ada di sini menjadi tempat favorit warga untuk beraktivitas yang menunjang kesehatan dan ada edukasi mengajak warga untuk terus bergerak dan sehat,” tambah dia.
Tahun depan, sambung dia, fasilitas yang ada akan ditambah, semoga dijaga dan dikembangkan pimpinan berikutnya.
Bima Arya menyebut, kehadiran puskesmas menjadi fasilitas layanan kesehatan yang memberikan pengobatan dan pencegahan sebelum dirujuk dan dirawat lebih lanjut ke rumah sakit.
“Saya berharap rumah sakit di Kota Bogor terus ditambah sesuai kebutuhan menangani penyakit-penyakit yang mematikan, seperti kanker, jantung, stroke dan ginjal,” tutur dia.
Demikian juga puskesmas dengan perbaikan dan peningkatan layanannya sehingga bisa melayani warga dengan lebih cepat.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno berharap dengan pembangunan puskesmas Kayumanis dan Lawanggintung.
“Semoga dua puskesmas ini bisa semakin meningkatkan layanan kesehatan dan mampu memenuhi harapan masyarakat Kota Bogor,” ungkap Sri Nowo.
Labkesda yang sudah terakreditasi KAN ISO 18189 ke depan akan dikembangkan dengan Biosafety Level 2 yang menjadi percontohan pada tingkat nasional serta akan ada pengembangan laboratorium kesehatan masyarakat dan laboratorium kesehatan lingkungan, dimana ini tidak dimiliki daerah-daerah lain.
Dari 25 puskesmas di Kota Bogor berdasarkan hasil akreditasi sebanyak 18 puskesmas telah memperoleh hasilnya dengan 17 paripurna dan 1 meningkat dari madya menjadi utama.
“Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat dengan dukungan semua pihak,” tegasnya.
Pada peresmian tersebut Kadinkes menjelaskan, transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menempatkan pilar pertama adalah transformasi layanan primer.
“Transformasi kesehatan layanan primer terdapat tiga poin, yaitu memprioritaskan upaya promotif dan preventif sebagai upaya promosi dan pencegahan. Kedua, pendekatan siklus hidup dimana semua sasaran siklus hidup harus dilayani dan ketiga pendekatan akses dengan berjejaring, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (pustu) pada tingkat kelurahan hingga level RW, yaitu posyandu,” bebernya.
Menurut dia, semua itu adalah prinsip integrasi dari layanan primer yang tengah digalakkan Kemenkes untuk lebih mendekatkan akses layanan kesehatan kepada sasaran terdekat.
“Pemantauan wilayah setempat tidak kalah penting dalam menilai status kesehatan masyarakat yang melibatkan semua,” katanya.
Dengan layanan primer puskesmas memiliki peran yang strategis, tidak hanya memberikan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tapi juga Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Harus bisa menjaga warga yang sehat tetap sehat, mencegah sampai sakit, mengobati yang sakit agar sembuh serta memberikan layanan rujukan.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar