Problem utamanya adalah tiadanya saksi TPS paslon 02 saat itu. Sehingga para petualang dengan mudah melakukan kecurangan dengan berbagai modus operandi; menduplikat C1 atau dengan me-mark up suara Paslon lain,” beber Sudrajat.
Oleh karenanya, kata Ajat, DPD ANIES berkumpul untuk memastikan 1.877 TPS seKota Serang semuanya terisi oleh Saksi AMIN. Secara teknis rekrutmen saksi tersebut akan dikolaborasikan dengan seluruh simpul relawan dan partai Pengusung se Kota Serang. Sudrajat menargetkan pada awal Januari semua saksi TPS sudah siap dan sudah mendapat bimbingan teknis.
Lebih lanjut, Ajat berpesan kepada para Korcam dan Korkel agar tidak memberikan iming-iming dalam bentuk apapun kepada calon saksi TPS yang direkrut.
“Teman-teman tidak boleh menjanjikan apapun kepada calon saksi karena faktanya kita tidak mampu membayar para saksi. Rekrutlah saksi TPS yang benar-benar faham dengan apa yang sedang dan akan diperjuangkan Mas Anies dan Gus Imin jika kelak mendapatkan amanah rakyat, yaitu perubahan sesungguhnya bukan perubahan yang semu,” tegasnya.
Ajat mengatakan, perubahan yang sesungguhnya hanya akan terjadi ketika masyarakat bergerak bahu membahu tanpa pamrih memperjuangkan kemenangan Paslon AMIN. Dia juga akan memastikan Anies dan Gus Imin hanya tunduk dan patuh pada kehendak rakyat karena rakyatlah yang memodali mereka dalam meraih kemenangan pilpres 2024 ini.
“Jangan biarkan Mas Anies dan Gus Imin berhutang budi kepada oligarki karena dalam proses pencalonan ini di bantu oleh mereka,” kata dia.
“Kita harus lawan para oligarki dengam cara membantu paslon AMIN dalam bentuk apapun, termasuk jadi saksi tanpa dibayar,” pungkas Sudrajat.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar