289 TPS di Kabupaten Bogor Rawan Terkendala Jaringan Internet

 

RASIOO.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor menemukan 488 Tempat Pemungutan Suara (TPS) memiliki potensi rawan, 289 diantaranya rawan terkendala jaringan.

Kendala jaringan ini akan berdampak pada proses rekapitulasi hasil suara di TPS-TPS tersebut.

Koordinator divisi (Kordiv) pencegahan pada Bawaslu Kabupaten Bogor, Burhanudin menyebut, dari 488 TPS rawan tersebut diambil dari 7 indikator berbeda.

“TPS yang terkendala akses untuk disabilitas, terdapat Pemilih Tambahan (DPTb) dan DPK Tinggi, terkendala listrik/penerangan, terdapat kendala jaringan internet, berada di dekat posko/rumah tim kampanye peserta pemilu, sulit dijangkau dan di wilayah rawan bencana (banjir, tanah longsor dan gempa),” kata Burhanuddin, Selasa 13 Februari 2024.

Baca Juga : Disentil Gibran Banyak Wilayah Blankspot, Ini Kata Kadiskominfo Bogor

Yang mana, kata Burhanuddin, dari 488 TPS tersebut, 289 diantaranya terkendala jaringan internet.

Untuk memastikan proses rekapitulasi suara dan sistem pengawasan pemilu berjalan baik, ia pun berharap kepastian Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor.

Karena, lanjut Burhanudin, Diskominfo telah merencanakan penyuplaian jaringan internet di sejumlah TPS yang rawan terkendala jaringan.

“Soal TPS yang kita inventarisir itu memang kemaren informasinya dari Diskominfo itu akan pasang wifi atau apalah, kita juga menyambut baik mudah-mudahan dilakukan, sehingga proses penyampaian laporan di TPS sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Burhan menyebut, bantuan sinyal internet ini amat berguna untuk memastikan proses rekapitulasi yang sesuai dengan harapan.

“Karena kami juga memastikan proses sirekap juga karena membutuhkan jaringan yang bagus, agar prosesnya juga sesuai harapan kita, sesuai dengan kaitan informasi,” paparnya.

Namun, untuk mengantisipasi tidak adanya jaringan internet, pihaknya mengarahkan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk menginput terlebih dahulu data yang telah dikumpulkan, walaupun tak mendapatkan akses internet.

“Kami antisipasi pertama dari Siwaslu, itu jika memang di TPS tidak ada jaringan internet, informasinya masih bisa dimasukkan dan misalnya si PTPS ini datang ke lokasi yang ada jaringan itu automatis terlaporkan,” pungkasnya.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Lihat Komentar