RASIOO.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat menemukan potensi kerugian negara akibat penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Bogor tahun anggaran 2023. Temuan ini mencuat setelah audit terhadap pengadaan barang menggunakan dana BOS oleh sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, mengungkapkan bahwa potensi kerugian tersebut muncul dari pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan keperluan lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Masalah dana BOS yang kaitan dengan pengadaan ATK gitu-gitu, kemudian diaudit oleh BPK, ada hal-hal yang memang tidak sesuai,” ungkap Suryanto di Cibinong, Kamis 13 Mei 2024.
Baca Juga: Rudy Susmanto Minta Pemkab Bogor Jadikan PPDB 2024 untuk Pemerataan Kualitas Sekolah
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mendapatkan catatan terbanyak dari BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LHP LKPD) tahun anggaran 2023. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menugaskan para kepala sekolah untuk bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan dana BOS ini.
“Kalau itu memang menjadi kerugian negara tercatat ada kerugiannya, harus dikembalikan, harus bertanggung jawab,” tegas Suryanto.
Menanggapi temuan ini, Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, telah mengumpulkan kepala sekolah di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk menginvestigasi sejumlah temuan dari BPK.
“Investigasi untuk memastikan bahwa apakah (temuan) itu hanya di 129 sekolah, atau 1.886 sekolah,” ujar Asmawa.
Asmawa menegaskan bahwa rekomendasi yang diberikan oleh BPK RI akan ditindaklanjuti dan sanksi tegas akan diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti menyalahgunakan kewenangan.
“Pasti akan ada sanksi, makanya saya akan dalami dulu. LHP ini saya pegang kemudian saya dalami bersama tim biar fair. Setelah pendalaman baru kita rumuskan, pasti ada sanksinya,” kata Asmawa.
Dengan investigasi yang sedang berlangsung, diharapkan penggunaan dana BOS di Kabupaten Bogor dapat lebih transparan dan akuntabel di masa mendatang.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar