Keputusan Dinilai Janggal, Peserta Seleksi Komisioner KI Banten Layangkan Protes ke Ketua DPRD Banten

RASIOO.id – Garry Vebrian, salah satu peserta seleksi Komisi Informasi (KI) Banten, melayangkan protes terhadap keputusan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, Andra Soni. Garry menganggap keputusan tersebut janggal karena tidak sesuai dengan hasil uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPRD Banten yang menempatkannya di urutan kelima.

Menurut Garry, seleksi KI Banten dinilai tidak transparan karena daftar nama komisioner yang diserahkan ke Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, diduga berbeda dengan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).

“Hasil rapat Komisi I DPRD Banten waktu itu menunjukkan bahwa saya masuk dalam daftar lima besar komisioner KI Banten,” ujar Garry pada Senin, 29 Juli 2024.

 

Baca Juga: Sebelum Berlaga di Pilkada, Andra Soni Didesak Warga Benahi Seleksi Calon Komisioner Informasi Banten yang Masih Carut-Marut

Nama-nama yang masuk dalam daftar lima besar hasil UKK adalah Zulfikar, Ahmad Saparudin, Kori Kurniawan, Imron Mahrus, dan Garry Vebrian. Namun, keputusan hasil UKK tersebut tidak sama dengan urutan nama calon anggota KI Banten yang diserahkan ke Pj Gubernur Banten, di mana nama Garry berada di urutan keenam.

“Saya sebagai peserta calon anggota KI Banten sudah mengikuti UKK dan diperingkat kelima hasil uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPRD Banten, tetapi nama saya malah berada di urutan keenam saat diserahkan ke Pj Gubernur,” jelas Garry.

Karena merasa ada kejanggalan, Garry kemudian menyampaikan surat keberatan kepada Ketua DPRD Provinsi Banten pada Jumat, 26 Juli 2024. “Saya melayangkan surat keberatan atas pengumuman yang dilakukan Ketua DPRD karena tidak sesuai dengan hasil uji kelayakan dan kepatutan,” tambahnya.

Garry juga berencana untuk menyampaikan tembusan surat keberatannya pada Senin, 29 Juli 2024, ke Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, Ombudsman RI Perwakilan Banten, Komisi Informasi (KI) Pusat, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, dan Komnas HAM.

“Saya sangat keberatan. Saya sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, tetapi hasilnya seperti tidak dipakai. Apa gunanya ada uji kelayakan dan kepatutan kalau hasilnya tidak digunakan?” tegas Garry.

Dengan protes ini, Garry berharap ada kejelasan dan transparansi dalam proses seleksi komisioner KI Banten, sehingga hasil seleksi bisa sesuai dengan penilaian yang sebenarnya dilakukan oleh Panitia Seleksi.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar