Warga Gunungsindur Blokade Jalan Rusak dengan Pohon Pisang, Pemkab Bogor Dinilai Lamban Tanggap

 

RASIOO.id – Warga Desa Jampang, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, memblokade jalan rusak dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Aksi ini berlangsung pada Minggu, 8 Desember 2024, di Jalan Raya Asmawi, yang menjadi salah satu akses vital penghubung antarwilayah.

Kerusakan jalan semakin parah akibat truk-truk tambang bermuatan berat yang melintasi jalur tersebut. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya drainase, sehingga jalan mudah tergenang air dan berlubang.

 

Momon (48), seorang pengendara yang sering melintasi jalan itu, mengeluhkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Menurutnya, jalan tersebut telah lama rusak parah, dengan banyak lubang besar yang tergenang air, sehingga sulit dilewati kendaraan kecil.

“Kondisinya sangat parah. Banyak lubang besar yang dalam, tergenang air. Saya harus sangat berhati-hati dan pelan-pelan saat melintas, karena kalau tidak, mobil saya bisa rusak,” ujar Momon.

Baca Juga: Jalan di Rumpin Bogor Bukan Rusak tapi Hancur, Warga Berenang dan Tanam Pisang di Jalan

Ketua RW 01 Desa Jampang, Irawan, mengungkapkan bahwa aksi menanam pohon pisang di tengah jalan adalah bentuk protes warga. Menurutnya, kerusakan jalan telah menyebabkan kecelakaan, termasuk insiden terbaru di mana seorang pengendara motor terjatuh karena terperosok ke dalam lubang yang tergenang air.

“Jalan ini rusaknya sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Selain berlubang, sering tergenang air. Kemarin, ada pengendara motor yang jatuh. Truk-truk tambang yang lewat sini juga semakin memperburuk keadaan,” jelas Irawan.

Blokade sebagai Bentuk Desakan

Wakapolsek Gunungsindur, AKP Lokito Sadoto, menyatakan bahwa aksi warga tersebut bersifat spontan sebagai upaya mendesak Pemkab Bogor untuk segera memperbaiki jalan. Warga menanam pohon pisang di lubang-lubang besar untuk mengingatkan pengendara lain agar berhati-hati dan mencegah kecelakaan serupa.

“Warga berinisiatif memasang pohon pisang di jalan yang rusak untuk menghindari kecelakaan. Lubang-lubang di sini memang sangat dalam, sekitar 30-50 sentimeter, dan berbahaya bagi pengendara,” terang AKP Lokito.

Jalan Raya Asmawi merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Gunungsindur. Jalur ini juga menjadi akses utama truk tambang menuju Tangerang, Banten, hingga DKI Jakarta. Namun, kerusakan parah dan lambannya perbaikan dari Pemkab Bogor menimbulkan keresahan bagi warga dan pengguna jalan.

Warga berharap aksi ini dapat segera mendapat tanggapan serius dari pemerintah untuk memperbaiki jalan yang telah lama dibiarkan rusak tanpa solusi konkret.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar