12 Profesor Kupas Biografi Kiai Embay: Inklusivitas, Kepemimpinan, dan Jejak Perjuangan

 

Kupasan 12 Profesor: Warisan Pemikiran Kiai Embay

Para akademisi yang hadir dalam diskusi ini menyoroti sosok Kiai Embay dari berbagai perspektif:

  • Prof. Asep Saepudin Jahar (Rektor UIN Jakarta): Menekankan peran Kiai Embay dalam memajukan pendidikan Islam yang inklusif dan moderat.
  • Prof. Fatah Sulaiman (Rektor Untirta): Membahas sinergi antara pendidikan, teknologi, dan masyarakat yang dibangun oleh Kiai Embay.
  • Prof. Mufti Ali (Wakil Rektor I UIN Banten): Mengkaji pemikiran keislaman Kiai Embay dalam konteks keindonesiaan.
  • Prof. Andriansyah (Rektor UNMA Banten): Mengulas kontribusi Kiai Embay dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan.
  • Prof. Ahmad Sarbini (Direktur Pascasarjana UIN Bandung): Menyoroti nilai-nilai kepemimpinan Kiai Embay yang dapat diadopsi dalam dunia pendidikan.
  • Prof. Amin Suma (Ketum HISSI dan Guru Besar UIN Jakarta): Membahas peran Kiai Embay dalam memperkuat jaringan ulama dan organisasi Islam.
  • Prof. Euis Amalia (Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Jakarta): Mengupas kiprah Kiai Embay dalam pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan umat.
  • Prof. Lili Romli (Ahli Peneliti Utama BRIN): Menguraikan peran Kiai Embay dalam membangun dialog antara agama, budaya, dan ilmu pengetahuan.
  • Bonnie Triyana (Anggota DPR RI): Mengkaji jejak historis Kiai Embay sebagai pemimpin perubahan sosial di Banten.
  • Prof. Ari Sandhyavitri (Guru Besar Teknik Universitas Riau): Mengaitkan nilai kepemimpinan Kiai Embay dengan pengembangan teknologi dan rekayasa berkelanjutan.

Para pakar ini menegaskan bahwa Kiai Embay adalah sosok yang bukan sekadar berbicara teori, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata.

Biografi yang Menghidupkan Narasi Perjuangan

Komentar