Buku Kiai Embay: Jejak Pemimpin Inklusif dari Banten karya Eko Supriatno adalah rekam jejak yang mengungkap sisi multidimensi sang ulama.
“Saya mencoba meramu kisah beliau dengan pendekatan sastra, jurnalistik, dan filosofis budaya,” ungkap Kang Eko. “Ada spirit perjuangan nilai yang melekat pada sikap beliau yang nonkooperatif terhadap ketidakadilan, seperti perjuangannya melawan PIK 2 sebagai bukti nyata konsistensinya dalam memperjuangkan keadilan.”
Respons publik terhadap buku ini luar biasa. Permintaan cetak ulang terus berdatangan, bahkan muncul gagasan untuk menerbitkan buku lanjutan yang merangkum pandangan 12 pakar mengenai sosok Kiai Embay.
“Saya siap menjadi juru tulis sampai beres,” ujar Kang Eko penuh semangat.
Kesimpulan: Inspirasi dari Banten untuk Nusantara
Kiai Embay adalah figur yang melampaui batas-batas peran tradisional seorang ulama. Ia adalah akademisi, aktivis, pengusaha, dan pemimpin yang mampu menjembatani agama, budaya, serta ilmu pengetahuan.
Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Lili Romli, Kiai Embay memiliki tiga level pengaruh:
- Lokal: Sebagai figur berpengaruh di Banten dan pemimpin Mathla’ul Anwar.
- Nasional: Sebagai ulama yang menegaskan bahwa “jawara” adalah sosok berintegritas, bukan sekadar premanisme.
- Global: Sebagai ulama moderat yang menolak fundamentalisme dan membina keberagaman.
Dengan segala warisannya, sosok Kiai Embay bukan hanya layak dikenang, tetapi juga dijadikan inspirasi bagi generasi mendatang.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar