RASIOO.id – Warga Desa Bojong Kulur mendesak pemerintah pusat hingga Kabupaten Bogor untuk segera melakukan normalisasi sungai Cileungsi-Cikeas.
Koordinator Solidaritas Percepatan Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas, Syamsudin Rachky menjelaskan, banjir bandang pada 4 Maret 2025 silam merupakan peringatan terhadap pemangku kepentingan untuk segera melakukan langkah cepat.
Ia menjelaskan, siklus lima tahunan banjir selalu ada peningkatan. Pasalnya banjir pada 2016 tinggi banjir mencapai 2 Meter. Di 2025 mencapai 3 Meter dan 2025 Capai 4 Meter tingginya.
Sehingga, pihaknya tidak sepakat jika pembangunan Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas dilakukan pada 2028 mendatang sesuai yang direncanakan pemerintah.
Mereka meminta pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat hingga Kabupaten Bogor untuk melakukan percepatan Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas.
“Kepada pak Presiden, mohon segera menganggrkan biaya pembebasan lahan Sungai Cileungsi-Cikeas pada tahun 2025 ini. Kalau dimulai 2028, kami akan terlebih dahulu tenggelam oleh banjir,” kata dia.
Syamsudin juga meminta kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Bogor Rudy Susmanto agar pekerjaan kontruksi Sungai Cileungsi-Cikeas agar dilakukan ini.
“Permohonan kami paling lambat tahun 2027 Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas sudah selesai,” tegas dia.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar