RASIOO.id – Puluhan warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang sebuah perusahaan industri beton pracetak pada Rabu, 21 Mei 2025. Mereka memprotes aktivitas perusahaan yang diduga beroperasi tanpa izin resmi serta mencatut nama pemerintah desa dalam pengurusan perizinan.
Aksi massa ini dipicu oleh kekesalan warga atas sejumlah pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan, mulai dari ketidakjelasan legalitas, pelanggaran kesepakatan dengan warga, hingga dugaan pengabaian terhadap tenaga kerja lokal.
Sekretaris Desa Jagabaya, Dian Chory, mengungkapkan bahwa persoalan utama dalam konflik ini adalah ketiadaan koordinasi dan legalitas operasional yang sah dari perusahaan tersebut.
“PBB atas nama PT CKS sudah keluar sejak 2024 untuk lahan seluas 1,5 hektare, tapi mereka belum pernah berkoordinasi dengan pihak desa. Bahkan, ketika mereka membeli lahan tambahan sekitar 8.000 meter persegi, kami juga tidak tahu. Tiba-tiba alat berat diturunkan begitu saja tanpa konfirmasi,” ujarnya.
Baca Juga: Resahkan Warga, Satpol PP Tutup Galian Bentonite Ilegal di Parungpanjang
Menurut Dian, persoalan makin runyam karena perusahaan diduga menggarap lahan yang masih atas nama pemilik lama. “Penjual tanahnya juga tidak pernah datang ke desa. Belum ada izin lingkungan, izin warga pun tidak ada,” tambahnya.
Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran perusahaan tidak merekrut tenaga kerja dari warga sekitar, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan yang dituangkan secara tertulis.
“Dulu waktu mereka mau berdiri, ada komitmen bahwa pekerja harus dari warga yang direkomendasikan desa. Tapi kenyataannya sekarang, tidak satu pun pekerja dari Desa Jagabaya yang dipekerjakan. Padahal warga kami menerima kehadiran pabrik ini dengan harapan bisa mengurangi pengangguran,” tegas Dian.
Ia pun meminta perusahaan untuk mematuhi aturan dan menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
“Berusaha di Jagabaya itu jangan bikin gaduh. Harus ada sinergi dengan pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News







Komentar