Tak Transparan, SPMB 2025 Jenjang SMA di Kota Tangerang Dikeluhkan Warga

RASIOO.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 jenjang SMA di Kota Tangerang menuai keluhan dari masyarakat.

Sejumlah calon siswa dan orang tua merasa dirugikan akibat berbagai kendala teknis yang terjadi selama proses pendaftaran.

Masalah yang paling banyak dikeluhkan antara lain adalah verifikasi data yang dinilai tidak transparan, kegagalan sistem saat mengunggah dokumen, serta keterbatasan akses platform yang hanya bisa digunakan melalui perangkat berbasis iOS, sementara pengguna Android tidak dapat mengaksesnya.

Tomi (49), salah satu orang tua calon siswa, mengaku frustrasi saat mendampingi anaknya mendaftar melalui jalur domisili.

Menurutnya, sistem terus-menerus menolak berkas unggahan meskipun telah mengikuti petunjuk yang ada.

“Sebagai orang tua calon siswa, saya frustrasi saat mendampingi anak saya mendaftar jalur domisili. Saat daftar, status anak saya terdaftar. Tapi tiba-tiba ditolak karena rapor semester 1–5 harus discan berwarna, padahal aturan legalisasi ini tidak ada di petunjuk teknis awal. Kami dipaksa daftar ulang dari nol,” ujarnya, Kamis, 19 Juni 2025.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak sedikit orang tua yang kewalahan memenuhi persyaratan tambahan tersebut, bahkan harus bolak-balik ke sekolah lama untuk meminta legalisasi dokumen.

Selain itu, proses verifikasi manual juga dinilai lamban karena petugas harus memeriksa berkas satu per satu. Hal ini memperlambat proses dan memperbesar potensi kesalahan atau keterlambatan verifikasi.

“Pelayanan manual juga lambat karena dicek satu-satu. Kami minta juknis yang jelas, verifikasi otomatis, dan akses sistem yang merata untuk semua perangkat. Jangan sampai pendidikan anak-anak jadi korban sistem yang setengah matang,” tegas Tomi.

Diketahui, masa pendaftaran SPMB masih akan berlangsung hingga 23 Juni 2025. Dengan waktu yang tersisa, masyarakat berharap Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Pendidikan, dapat segera merespons dan memperbaiki sistem agar proses seleksi berjalan adil, transparan, dan tidak merugikan peserta.

Simak rasioo.id di Google News

Komentar