RASIOO.id – Media sosial digemparkan oleh aksi seorang pria yang menodongkan senjata api dan parang kepada seorang lansia di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Dari video yang diterima, nampak dua orang saling adu mulut dan disaksikan sejumlah orang. Saling tampar pun terjadi saat seorang menodongkan parang ke leher seorang lansia.
“Ini punya kau?,” kata seorang pria bertopi hitam putih.
“Iya, lokasi ini punya saya,” timpal seorang lansia bertopi coklat dan berjaket oranye.
“Jujur, saya apa perusahaan yang nyuri?,” tanya seorang pria bertopi coklat.
“Kamu lah,” timpal pria yang memegang parang.
Setelah itu, pria pemegang parang itu langsung menampar pria yang diduga mantan kades tersebut. Tak diam, mantan kades itu membalas tamparan dengan keras di bagian pipi. Keduanya kemudian saling dorong hingga tersungkur ke tebingan.
Potongan video selanjutnya, kedua orang tersebut masih beradu mulut mempersoalkan lahan yang digunakan perusahaan diduga tambang ilegal itu.
Sembari memegang senjata api (Senpi), pelaku langsung mengajak berkelahi mantan Kades Cintamanik, Kecamatan Cigudeg tersebut.
Saat dikonfirmasi, korban yang juga mantan kades Cintamanik bernama Usup itu mengaku kejadian itu bermula saat dirinya mendapatkan laporan dari warga soal intimidasi dari pihak perusahaan, setibanya lokasi dirinya sudah kerumuni orang tersebut.
“Iya ditampar duluan, saya ga nampar duluan karena saya belum tau masalah awalnya dan jangan marah-marahin warga, kenapa tidak dibicarakan baik-baik karena ini wilayah saya dan ini tanah saya,” kata dia, Rabu 16 Juli 2025.
Tak gentar, Jaro Usup kemudian menerima tantangan duel atau berkelahi dari pria asal Timur Indonesia itu. Ia berkelahi usai ditodong Senpi dan dijegal parang oleh terduga pelaku.
“Setelah dia turun pegang pistol dan saya ditodong parang di leher saya, saya tangkis dan tarik kita sama-sama tersungkur ke bawah. Setelah duel di atas, turun ke bawa masih ngoceh terus dan saya ajak duel saja kalau memang mau jadi jagoan di sini,” kata Jaro Usup.
Permasalahan itu, kata dia, karena saling klaim tanah yang digunakan oleh perusahaan yang sudah tutup belasan tahun. Ia mengaku, tanah yang digunakan perusahaan tersebut adalah tanahnya.
“PT ini ga jelas, sudah tutup 15 tahun ini kan ga jelas, ini tanah saya jelas ada suratnya ko,” kata dia.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka pada pelipis kanan. Ia mengaku kejadian intimidasi itu bukan kali pertama kali terjadi dialami warga sekitar.
“Saya mengalami luka dibagian pelipis dan palaku juga mengakui sudah memukul saya duluan, ini sudah sering terjadi dialami masyarakat sekitar, orang tersebut berlaga seperti jawara, mangkanya saya ajak tarung,” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar