RASIOO.id — Semangat menjaga bumi terus bergema di kaki Gunung Salak. Kali ini, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Kiwari Lestari yang dipimpin Aban Sudrajat—seorang pemuda Sunda yang telah mendedikasikan diri untuk pelestarian lingkungan.
Melalui Gerakan Leweung Hejo: “Mulasara Alam Jeung Lingkungan”, ribuan pemuda dan masyarakat setempat bersatu dalam aksi nyata menanam 2.000 pohon bambu, kayu, dan buah di berbagai desa di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Penanaman bambu dipilih karena kemampuannya menyerap karbon dan menjaga kelestarian sumber air. Sementara pohon kayu dan buah diharapkan memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi warga.
Bagi masyarakat Sunda, menjaga alam bukan sekadar kegiatan lingkungan, tetapi warisan leluhur. Falsafah “leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak” (hutan rusak, air habis, manusia menderita) kembali dihidupkan sebagai pengingat akan pentingnya keseimbangan alam.
Aban Sudrajat menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya mendukung program FOLU Net Sink 2030—target Indonesia untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan—tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah amanah generasi.
“Dari kaki Gunung Salak, kami ingin tunjukkan bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan bumi,” ujar Aban.
Dengan sinergi antara nilai tradisi, kearifan lokal, dan program nasional, Gerakan Leweung Hejo menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di akar rumput.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar