Alun-alun Kabupaten Bogor Bermodel Kerajaan Sunda Bakal Jadi Hadiah HJB ke-544

RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor merencanakan alun-alun Kabupaten Bogor bisa selesai sebelum perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Pembangunan alun-alun ini merupakan salah satu keinginan dari Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menata ruang publik agar nyaman digunakan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, alun-alun Kabupaten Bogor merupakan program prioritas pada tahun anggaran 2026.

“Selama puluhan tahun kan kita belum punya (alun-alun), sehingga itu menjadi bagian proyek strategis untuk tahun ini, karena ada nilai yang membawa perubahan ke depan,” kata Ajat, Senin 26 Januari 2026.

Ia menyebut, penataan alun-alun Kabupaten Bogor itu mencakup perubahan atau penataan yang tersambung antara taman siliwangi, Masjid Baitul Faizin hingga Cibinong Situ Plaza.

“Jadi gerbang itu mundur jadi yang paling intrinsik adalah area private area biasanya itu bagian daripada kawasan perkantoran sekarang digeser itu menjadi area publik. Pak Bupati inginkan ga ada pagar di depan, di depan nanti ilang pindah ke belakang,” jelas dia.

Ia menyebut penataan alun-alun Kabupaten Bogor itu dianggarkan senilai Rp11 miliar dan ditargetkan selesai sebelum Juni 2026.

“Mimpinya itu menjadi kado HJB pengennya begitu. Berarti kan Februari, Maret, April, Mei, Juni. Udah selesai harusnya, bareng sama sky walk itu juga sama harusnya selesai,” jelas dia.

Sebelumnya, dari gambar yang dilihat, penataan kawasan Tegar Beriman itu akan ada dua Gapura besar di samping kanan dan kiri Gedung Tegar Beriman.

Dua Gapura itu akan dibuat mirip dengan gapura-gapura era kerajaan Sunda yang memiliki tinggi sekitar 10 meter lebih pada dua sisi yakni di jalan masuk ke area Setda dan jalan masuk ke area DPRD Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Kereta Kencana juga akan menghiasi sisi kanan dan kiri Gedung Tegar Beriman. Nantinya, bangunan itu akan mirip seperti bangunan era kerajaan Sunda, khususnya era kerajaan Padjajaran.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku, konsep penataan itu merupakan kecintaan dirinya terhadap kebudayaan dan sejarah sunda.

“Kita berbangga Kabupaten Bogor ada di provinsi Jawa Barat, masyarakat nya masyarakat suku sunda, maka ornamen bersifat budaya dan bersifat religius kita munculkan,” kata Rudy, Selasa 20 Januari 2026.

Rudy menyampaikan, penataan itu bertujuan agar kawasan Tegar Beriman menjadi area publik dengan dibongkarnya gerbang-gerbang yang berada di depan gedung tegar beriman.

“Area publik milik masyarakat, maka masjid baitul faizin, lapangan tegar berimana kita tata kembali, supaya masyarakat datang tinggal masuk kapan pun . Kami hanya mengembalikan hak masyarakat,” jelas dia.

Komentar