Menggetarkan Hati! Pemkab Bogor Pamerkan 75 Artefak Rasulullah di Pakansari Selama Ramadan, dari Rambut hingga Tanah Makan Nabi

RASIOO.id – Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Bogor terasa semakin istimewa. Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor) menghadirkan pameran 75 artefak Rasulullah SAW, keluarga beliau, hingga para sahabat, yang digelar di Laga Satria, Pakansari, Kecamatan Cibinong.

Pameran religi yang sarat nilai sejarah dan spiritual ini berlangsung mulai 19 Februari hingga 18 Maret 2026, dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut berkat dukungan para kiai, ulama, serta organisasi Islam di Kabupaten Bogor.

“Total ada 75 artefak. Kami mengucapkan terima kasih karena acara ini dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan para kiai, ulama, dan organisasi Islam di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy, Jumat 20 Februari 2026.

Dari Rambut hingga Keringat Rasulullah

Rudy mengaku dirinya pun terharu melihat langsung sejumlah peninggalan yang sebelumnya belum pernah ia saksikan.

“Banyak yang belum pernah saya lihat, mulai dari penutup kepala, rambut beliau, hingga keringat Rasulullah SAW. Kita bermunajat kepada Allah dan mengirim puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula artefak berupa tanah yang disebut sebagai tempat makan Nabi, serta berbagai peninggalan keluarga dan sahabat Rasulullah yang menjadi daya tarik utama pameran ini.

Dibuka Gratis untuk Umum

Pemkab Bogor membuka pameran ini setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Masyarakat tidak hanya dapat melihat langsung artefak yang dipamerkan, tetapi juga disediakan area khusus untuk berdoa dan bermunajat.

“Kami buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Semuanya gratis. Masyarakat bukan hanya bisa melihat, tetapi juga bisa berdoa di tempat yang telah disediakan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bogor berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Komentar