RASIOO.id – Spanduk penolakan rencana pembangunan Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) di wilayah RW 11 Kampung Sumurwangi Lamping, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, diduga dicopot oknum tertentu pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Padahal, spanduk tersebut baru dipasang warga pada malam harinya sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL di wilayah mereka.
Pencopotan spanduk itu memicu kemarahan warga. Berdasarkan video yang diterima redaksi Rasioo.id, sejumlah warga terlihat kembali memasang spanduk penolakan di lokasi yang sama.
Dalam rekaman video tersebut, warga mempertanyakan tindakan pencopotan spanduk yang dinilai sebagai upaya membungkam aspirasi masyarakat.
“Kenapa dicopot? Ini aspirasi warga,” terdengar suara warga dalam video tersebut.
Situasi sempat memanas. Bahkan dalam rekaman itu terdengar beberapa warga mengaku kesal dan berencana mendatangi rumah pihak-pihak yang diduga melakukan pencopotan spanduk.
Saat ini, warga pun sudah memasang kembali spanduk penolakan terkait pembangunan PSEL di wilayahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada Jumat pagi rombongan dari Kecamatan Tanah Sareal bersama pihak kelurahan tengah melakukan kegiatan jalan pagi ke lokasi Kampung Sumurwangi Lamping.
Sementara itu, warga RW 11 Sumurwangi Lamping menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL masih terus berlanjut.
Mereka meminta pemerintah mendengar aspirasi masyarakat dan tidak mengabaikan kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan maupun kesehatan dari proyek tersebut.














Komentar