RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menghadiri Festival Kurban Badan Amil Zakat Nasional Kota Bogor yang digelar di Kebun Sayur Segar Baiturrahim, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 49 ekor domba disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Festival kurban ini menjadi penyelenggaraan keempat yang digelar Baznas Kota Bogor.
Dalam sambutannya, Dedie menyampaikan apresiasi atas meningkatnya jumlah hewan kurban yang dikelola Baznas dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, dari Baznas memotong 49 ekor kambing. Dari tahun sebelumnya masih sekitar 30-an, berarti ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk berkurban,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum stabil tidak mengurangi kepedulian sosial masyarakat Kota Bogor untuk berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban.
Dedie juga berharap masyarakat yang saat ini menerima daging kurban nantinya dapat menjadi pihak yang ikut berkurban pada tahun-tahun mendatang.
“Abdi mah ngadoa, kasadaran berkurbanna ningkat tapi penerimana beuki sakedik. Jadi yang hari ini menerima daging kurban, tahun-tahun depan bisa berganti menjadi orang yang memberi kurban,” ucapnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadho, perwakilan Dandim 0606 Bogor Mayor Infanteri Dwi, perwakilan Kapolresta Bogor Kompol Puji Astono, Camat Bogor Selatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Di akhir sambutannya, Dedie memberikan imbauan kepada seluruh panitia kurban agar tidak menggunakan kantong plastik kresek hitam saat membagikan daging kurban karena dinilai berbahaya bagi kesehatan.
“Jika mau membagikan potongan daging kurban, jangan menggunakan plastik kresek hitam karena bahaya. Dagingnya bisa terkontaminasi mikroplastik yang menjadi pemicu penyakit kanker,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi panitia Festival Kurban Baznas di Mulyaharja yang sudah menggunakan wadah ramah lingkungan berupa bongsang atau anyaman bambu sebagai pengganti plastik.
“Alhamdulillah, saya melihat di sini panitia sudah tertib tidak menggunakan kresek, melainkan menggunakan bongsang,” tutupnya.














Komentar