RASIOO.id – Taruma Agni merupakan Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) sebagai pemusnahan sampah rumah tangga di sekitar wilayah kelurahan Kedung Waringin.
Taruma Agni di ketuai oleh Rusmana dan Sekretarisnya Asadullah Al-Aziz.
Asadullah menjelaskan Taruma Agni melakukan proses yang sederhana, seperti pemilahan botol plastik dan labelnya dipilah.
Selain itu permasalahan sampah yang berakhir di TPA seperti bubble wrap dan pengemasan belanja online.
”Kemudian sampah seperti bubble wrap dan pengemasan belanja online gitu, itu kan kemudian menjadi masalah di lingkungan yang biasanya berujung di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir), ” Tuturnya.
Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) M1 di Tanah Sareal melakukan inovasi pemusnahan sampah skala kecil yang diberi nama Taruma Agni.
”Taruma Agni ini ditempatkan di bank sampah untuk memusnahkan sampah residu yang tidak bernilai ekonomis di bank sampah, supaya dia tidak berujung di TPA,” ujarnya.
Ia jelaskan Mekanismenya, sampah akan dimasukkan ke dalam reaktor Taruma Agni, lalu dipanaskan dengan suhu 150 derajat sampai 200 derajat Celsius sehingga sampah akan berubah bentuknya.
Saat pembakaran pastikan akan timbul asap dari pemanasan namun diikat dengan air sehingga tidak membahayakan ke atmosfer.
”Asap yang timbul akibat dari pemanasan tadi kemudian ditangkap dan diikat dengan air sehingga dia tidak ke atmosfer. Jadi, bisa sesuai dengan peraturan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, ” Tuturnya.
Setelah plastik dimasukan ke mesin, akan berubah bentuk.
”Yang pertama, dia kembali menjadi bentuk awalnya yaitu minyak, karena plastik kan dibuat dari minyak bumi,” Ujarnya.
Bersama air pemberat ketika masih menjadi asap sehingga asap itu tidak ke atmosfer, tambahnya.
”Ketika disatukan dengan air, dia menjadi berat dan tidak mencemari lingkungan. Nah, kemudian ada sisa lainnya yang ada di dalam reaktor, yaitu berupa arang, ” Tuturnya.
Untuk melakukan proses pembakaran ia menjelaskan membutuhkan sekitar 5 jam.
”Posyantek M1 inovasi yang diambil dari masyarakat yang dikembangkan oleh Posyantek, hanya karena keterbatasan sumber daya,” Ucapnya.
Posyantek ini kemudian mengajak civitas akademis seperti Binus Online, kemudian Universitas Terbuka, lalu UIKA, dan terakhir menjajaki kerja sama dengan IPB dan National University of Singapore untuk membantu, tambahnya.
Ia berharap dengan adanya koloborasi dari akademis untuk lakukan penelitian.
”Harapannya dengan adanya kolaborasi dari akademisi, kita akan bisa menemukan apa lagi nih yang bisa kita hasilkan dari alat Taruma Agni ini, seperti tadi minyak yang tercampur air tadi itu kandungannya apa saja. Ya itu kan mungkin pihak akademisi lebih berkompeten untuk melakukan penelitian.” Tutupnya.
Posyantek M1 Bernama Taruma Agni Kelola Sampah Menjadi Minyak di Kelurahan Kedung Waringin













Komentar