RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyoroti kondisi Jalan Danasasmita, Batutulis, yang dipenuhi ceceran tanah dari aktivitas kendaraan proyek. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama di area tikungan.
Pernyataan itu disampaikan Dedie saat ditemui di Balaikota Bogor, Senin 15 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa persoalan kebersihan di sekitar proyek harus menjadi perhatian serius bagi kontraktor maupun dinas terkait.
“Ini menjadi catatan penting untuk proyek-proyek ke depan. Banyak ceceran tanah di jalan, apalagi berada di tikungan yang tentu bisa membahayakan pengendara,” ujar Dedie.
Menurutnya, setiap kontraktor wajib menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, termasuk memastikan kendaraan pengangkut material dibersihkan terlebih dahulu sebelum keluar dari area proyek dan memasuki jalan umum.
“Kontraktor harus memperhatikan SOP. Kendaraan pengangkut tanah harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum masuk ke jalan aspal agar tidak meninggalkan material yang dapat membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Dedie mengakui persoalan tanah yang berceceran di jalan bukan kali pertama terjadi. Karena itu, ia meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan memberikan teguran apabila ditemukan pelanggaran.
“Kalau ada proyek, apalagi ini proyek strategis Kota Bogor, tentu harus diperhatikan secara serius. Jangan sampai pembangunan yang bertujuan meningkatkan infrastruktur justru menimbulkan risiko bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, memastikan pihaknya telah menyampaikan teguran kepada kontraktor pelaksana agar lebih disiplin dalam menjalankan prosedur kerja di lapangan.
Melalui pesan singkat kepada RASIOO.id, Esti mengatakan bahwa kebersihan kendaraan proyek sudah menjadi bagian dari SOP yang wajib dipatuhi.
“Sudah disampaikan kepada kontraktor pelaksana untuk memperhatikan kendaraan yang keluar dari area proyek agar sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujarnya.
Pemkot Bogor berharap evaluasi ini dapat menjadi perhatian seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan di Kota Bogor, sehingga pekerjaan infrastruktur dapat berjalan lancar tanpa mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.











Komentar