Ketua DPRD Kota Bogor Demokrasi Berkualitas Berawal dari Partisipasi Masyarakat, Kebijakan Pro Rakyat Jadi Tujuan Utama

RASIOO.id – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menegaskan bahwa partisipasi politik yang aktif dan berkualitas merupakan kunci utama dalam membangun demokrasi yang sehat sekaligus melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Adityawarman saat menjadi narasumber dalam Podcast KPU Kota Bogor bertajuk “Menjaga Sinergi Demokrasi Bersama DPRD Kota Bogor”, Rabu 8 Juli 2026. Dalam dialog itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus terlibat dalam setiap proses demokrasi, tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah dan DPRD, melainkan juga ditentukan oleh besarnya keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta mengawasi jalannya kebijakan publik.

“Partisipasi masyarakat menjadi fondasi penting dalam demokrasi. Semakin tinggi keterlibatan masyarakat, maka semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Adityawarman menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yakni fungsi pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan.

Ketiga fungsi tersebut, kata dia, dijalankan untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor.

“Melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, kami terus berupaya memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai aspirasi warga dihimpun melalui kegiatan reses anggota DPRD, rapat dengar pendapat (RDP), hingga forum diskusi yang melibatkan akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain menyusun kebijakan, DPRD juga terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah melalui rapat kerja, kunjungan lapangan, dan inspeksi mendadak agar seluruh program berjalan sesuai target.

Dalam kesempatan itu, Adityawarman juga mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab pada setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Menurutnya, pilihan masyarakat akan menentukan arah pembangunan Kota Bogor dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga program kesejahteraan sosial.

Ia menilai masih adanya masyarakat yang memilih golput dipengaruhi oleh rendahnya literasi politik dan menurunnya kepercayaan terhadap proses demokrasi. Karena itu, pendidikan politik harus terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya keterlibatan dalam menentukan masa depan daerah.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Adityawarman juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih cermat menyaring informasi politik dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun disinformasi.

Ia mendorong anak muda agar aktif mengikuti pendidikan politik, berdiskusi, serta mempelajari rekam jejak calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

“Jangan memilih karena politik uang atau informasi yang belum tentu benar. Pilihlah pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan rekam jejaknya,” tegasnya.

Menutup dialog tersebut, Adityawarman menegaskan komitmen DPRD Kota Bogor untuk terus menjaga suasana politik yang harmonis meskipun berasal dari latar belakang partai yang berbeda.

Menurutnya, setelah kontestasi politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik.

Ia optimistis sinergi yang kuat antara DPRD, Pemerintah Kota Bogor, penyelenggara pemilu, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan Kota Bogor yang semakin maju dan sejahtera.

Komentar