Kemarau Keringkan Bendung Katulampa, TMA Sentuh 0 Cm, Petugas Lakukan Penggelontoran Air

RASIOO.id – Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa, Kota Bogor, mencapai titik terendah, yakni 0 centimeter, akibat musim kemarau yang telah berlangsung hampir satu bulan. Kondisi tersebut membuat aliran Sungai Ciliwung menyusut drastis hingga dasar sungai dipenuhi bebatuan dan lumpur.

Pantauan RASIOO.id di lokasi, Kamis, 16 Juli 2026, menunjukkan debit air di Bendung Katulampa mengalami penyusutan signifikan. Meski sempat turun hujan di wilayah Bogor dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tersebut belum mampu meningkatkan debit Sungai Ciliwung.

Untuk menjaga kelangsungan ekosistem di hilir sungai, petugas Bendung Katulampa melakukan penggelontoran air secara terbatas agar aliran sungai tidak mengering sepenuhnya.

Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kondisi TMA 0 centimeter mulai terjadi sejak sehari sebelumnya.

“Dampak kemarau mungkin surutnya ke sungai. Tapi untuk Kali Baru masih aman, cuma ke sungainya saja yang surut. Sekarang TMA di Bendung Katulampa 0 cm, cuma kita ada penggelontoran buat ekosistem sungai,” ujarnya.

Alwan menjelaskan, sebelum memasuki kondisi ekstrem, ketinggian air masih bertahan di kisaran 10 centimeter.

“Parahnya dari kemarin. Sebelum-sebelumnya ada TMA sekitar 10 cm. Dari kemarin surut total,” katanya.

Ia menambahkan, saat kondisi sungai surut, petugas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pembersihan sampah dan sedimentasi di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.

“Kalau surut ada kegiatan rutin, seperti membersihkan sampah dan sedimentasi. Jadi kalau air surut, kita bersih-bersih,” tuturnya.

Meski debit air terus menurun, Alwan menegaskan tidak ada kebijakan penutupan pintu air secara total. Penggelontoran tetap dilakukan secara terbatas agar aliran Sungai Ciliwung menuju wilayah hilir tetap mengalir dan ekosistem sungai dapat bertahan selama musim kemarau.

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda