RASIOO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat suntikan anggaran sebesar Rp13,5 miliar dari Kementerian Kebudayaan untuk mempercepat penataan dan penyempurnaan Museum Pajajaran agar memenuhi standar nasional.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk penataan interior museum sekaligus penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan fisik lanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Museum Pajajaran sebagai salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya unggulan di Kota Bogor.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan Kementerian Kebudayaan saat ini memberikan perhatian besar terhadap pengembangan museum di berbagai daerah, termasuk Museum Pajajaran.
“Kementerian Kebudayaan memang sedang concern membantu museum. Kita bersyukur bahwa nanti perlahan-lahan kita akan menata museum ini,” ujar Firdaus saat ditemui di Museum Batutulis, Rabu (22/7/2026).
Firdaus menjelaskan, seluruh pekerjaan yang dibiayai melalui anggaran Rp13,5 miliar tersebut akan dilaksanakan langsung oleh Kementerian Kebudayaan, sementara Pemkot Bogor menjadi penerima manfaat dari program tersebut.
Selain penataan interior yang mulai dikerjakan secara bertahap tahun ini, anggaran tersebut juga mencakup penyusunan DED sebagai acuan pembangunan fisik lanjutan. Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain pembangunan miniatur, menara, hingga pagar museum untuk menunjang kelengkapan sarana.
Di sisi lain, Pemkot Bogor juga masih menunggu kepastian bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp10,4 miliar. Menurut Firdaus, usulan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan sehingga koordinasi dengan pemerintah provinsi terus dilakukan.
Ia menargetkan seluruh proses penataan fisik maupun interior Museum Pajajaran dapat diselesaikan pada akhir tahun 2027. Setelah seluruh standar terpenuhi, Pemkot Bogor optimistis Museum Pajajaran dapat diajukan sebagai museum berstandar nasional pada 2028.
Meski proses pengembangan masih berlangsung, Museum Pajajaran telah dibuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Pengunjung dapat datang setiap Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk menikmati koleksi sejarah dan budaya yang tersimpan di museum tersebut.
Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Museum Pajajaran diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi, tetapi juga menjadi pusat pelestarian sejarah Kerajaan Pajajaran yang mampu menarik lebih banyak wisatawan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya.











Komentar