RASIOO.id – Keterbatasan ruang terbuka untuk rekreasi membuat sebagian warga memilih memanfaatkan lokasi yang tak biasa untuk menyalurkan hobi. Salah satunya kawasan jalan buntu di Jalan Regional Ring Road (R3), Kota Bogor, yang setiap sore berubah menjadi tempat berkumpul warga untuk bermain layang-layang.
Pemandangan tersebut terlihat pada Selasa 25 Agustus 2026 sore. Puluhan warga tampak datang dari sejumlah wilayah, membawa layang-layang dan perlengkapannya untuk menikmati waktu senggang setelah aktivitas sehari-hari.
Bagi sebagian warga, menerbangkan layang-layang bukan sekadar permainan. Aktivitas tersebut menjadi cara sederhana untuk berkumpul bersama teman sekaligus menikmati suasana sore di tengah minimnya ruang terbuka yang dapat digunakan secara bebas.
Yoga (25), warga asal Dramaga, mengaku rela menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk datang ke lokasi tersebut. Ia biasanya bermain ketika sedang libur bekerja dan memiliki teman yang mengajaknya berkumpul.
“Saya dari Dramaga, lumayan jauh sekitar sejam perjalanan ke sini. Datang kalau lagi libur kerja dan ada temannya buat main sore-sore setelah Asar,” ujar Yoga.
Menurutnya, kawasan jalan buntu tersebut dipilih lantaran relatif lebih memungkinkan untuk bermain dibandingkan jalan yang ramai dilalui kendaraan.
“Pilih di sini karena jalan buntu. Cuma ya sebetulnya bingung juga mau main di mana lagi,” tambahnya.
Meski ramai dimanfaatkan warga, keberadaan para pemain layang-layang di lokasi tersebut bukan tanpa persoalan. Pengurus lingkungan setempat sebelumnya telah memasang imbauan agar warga tidak bermain layang-layang di area tersebut karena mempertimbangkan faktor keselamatan.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Layang-layang yang diterbangkan di sekitar kawasan jalan tetap berpotensi mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan apabila tidak dilakukan di lokasi yang benar-benar aman.
Namun, keterbatasan ruang publik membuat sebagian warga tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai pilihan. Mereka berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat menyediakan ruang terbuka alternatif yang aman dan memang diperuntukkan bagi kegiatan rekreasi masyarakat.
Apalagi, apabila kawasan jalan buntu tersebut nantinya dikembangkan menjadi kawasan perumahan atau memiliki fungsi baru, warga khawatir semakin sulit menemukan lahan yang dapat digunakan untuk aktivitas olahraga dan rekreasi sederhana seperti bermain layang-layang.
Bagi mereka, persoalannya bukan semata soal layang-layang. Lebih jauh, fenomena tersebut menjadi gambaran kecil tentang kebutuhan warga terhadap ruang terbuka yang aman, mudah diakses, dan dapat digunakan untuk berkegiatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Warga pun berharap pembangunan di Kota Bogor tetap dibarengi dengan penyediaan ruang publik yang memadai, sehingga anak-anak, remaja hingga orang dewasa memiliki tempat untuk beraktivitas dan menikmati waktu luang dengan aman.
(Hana)














Komentar