RASIOO.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto memerintahkan Pemerintah Kecamatan Parung untuk terus memantau pekerjaan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di wilayah Desa Cogreg.
Hingga Selasa, 29 September 2026, pekerjaan normalisasi sepanjang dua kilometer di wilayah Kecamatan Parung telah mencapai 1,72 kilometer.
Normalisasi tersebut dilakukan atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk mengoptimalkan kembali fungsi saluran irigasi sekaligus mendukung kelancaran aliran air di wilayah Kecamatan Parung.
Camat Parung Adhi Nugraha mengatakan, pekerjaan normalisasi di wilayah Kecamatan Parung dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah hingga Masjid Al Barkah, di samping pintu masuk KURI, dengan panjang sekitar dua kilometer.
“Pekerjaan normalisasi untuk wilayah Kecamatan Parung dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah sampai Masjid Al Barkah, samping pintu masuk KURI, dengan panjang kurang lebih dua kilometer,” ujar Adhi.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan Saluran Sasak Sekunder Cogreg memiliki panjang sekitar empat kilometer. Saluran tersebut melintasi wilayah irigasi Desa Cogreg sepanjang dua kilometer dan wilayah irigasi Ciseeng sepanjang dua kilometer.
Menurut Adhi, pekerjaan normalisasi di wilayah Kecamatan Parung telah berlangsung selama 19 hari dengan menggunakan dua unit alat berat. Dari target dua kilometer, progres pekerjaan kini telah mencapai sekitar 1,72 kilometer.
“Alhamdulillah, sampai hari ini pekerjaan sudah mencapai 1,72 kilometer dan terus kita monitor agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, normalisasi saluran juga mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya para pemilik bangunan atau jembatan yang berada di atas saluran irigasi.
Adhi menyebutkan, sebanyak 16 titik jembatan telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya untuk mendukung kelancaran pekerjaan normalisasi.
“Warga atau pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas irigasi turut mendukung dengan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini sangat membantu agar proses normalisasi dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Selain membongkar jembatan, masyarakat juga membantu membersihkan lumpur dan sampah secara manual di sejumlah titik yang terdapat bangunan jembatan.
Adhi menegaskan, apabila pemilik jembatan tidak melakukan pembongkaran secara mandiri, pembongkaran akan dilakukan menggunakan alat berat agar pekerjaan normalisasi tidak terhambat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih memiliki jembatan di atas saluran irigasi untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. Jika dilakukan secara mandiri, tentu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat,” tandasnya.
Ia berharap dukungan masyarakat terus terjaga hingga seluruh proses normalisasi selesai. Dengan demikian, fungsi Saluran Sasak Sekunder Cogreg dapat kembali optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Parung.















Komentar