RASIOO.id – Antrean panjang angkutan kota (angkot) berbahan bakar gas (BBG) mengular di titik pengisian kawasan Jalan Merdeka, Kota Bogor, Kamis 1 Oktober 2026.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Ia mengatakan, penumpukan angkot terjadi karena adanya gangguan operasional pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang menjadi penyangga.
Saat ini, terdapat tiga titik pengisian BBG yang melayani angkot di wilayah Bogor, yakni Cijeruk, Kota Bogor, dan Citeureup. Ketika salah satu atau dua SPBG mengalami gangguan, armada angkot terpaksa beralih ke lokasi lain sehingga antrean menumpuk.
“Tadi ada beberapa kendala ketika ini crowded. Ternyata ada tiga pengisian: di Cijeruk, Bogor, dan Citeureup. Ketika dua atau salah satu dari tiga ini bermasalah, maka mereka menumpuk ke sini. Nah, maka terjadilah penumpukan pengisian bahan bakar gas,” ujar Jenal.
Menurutnya, antrean tersebut tidak hanya diisi angkot yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bogor. Angkot lintas wilayah dari Kabupaten Bogor atau angkutan kota dalam provinsi (AKDP) juga menggunakan fasilitas pengisian BBG tersebut.
“Ini bukan angkot warga, bukan angkot di bawah kewenangan Kota Bogor saja, tapi dari lintas Bogor ya,” katanya.
Kondisi ini membuat waktu tunggu sopir angkot menjadi lebih lama, terutama ketika terjadi gangguan pada fasilitas pengisian di lokasi lain.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Jenal berencana mengundang Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui agenda audiensi. Pemkot Bogor akan meminta penjelasan sekaligus mendorong penambahan fasilitas pengisian BBG di Kota Bogor maupun wilayah sekitarnya.
“Kita akan undang PGN melalui audiensi menyampaikan, bisa enggak nambah untuk tempat pengisian bahan bakar gas angkot di Kota Bogor atau di tempat atau wilayah lain, sehingga tidak tertumpuk di sini,” tutupnya.











Komentar