Puluhan Pedagang MA Salmun Tolak Relokasi, Minta Lapak Tetap Buka Selama Proyek JPO

RASIOO.id – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan MA Salmun, Kota Bogor, menolak rencana relokasi ke Pasar Anyar. Mereka meminta Pemerintah Kota Bogor memberikan keringanan agar lapak tetap bisa beroperasi selama pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Aspirasi tersebut disampaikan saat Pemerintah Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap PKL di Jalan MA Salmun, Kamis, 22 Oktober 2026. Penataan kawasan itu berkaitan dengan rencana pembangunan JPO dengan lebar sekitar dua meter.

Para pedagang meminta pemerintah tidak menutup lapak sebelum pembangunan jembatan selesai. Mereka khawatir penutupan akses dan relokasi akan memutus mata pencaharian yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.

Koordinator Pedagang MA Salmun, Dayak Iskandarsyah atau yang akrab disapa Mang Aday, mengatakan dirinya merupakan pedagang generasi ketiga yang telah lama mencari nafkah di kawasan tersebut.

Menurut Aday, sekitar 60 persen warga di lokasi itu berprofesi sebagai pedagang. Ia juga menegaskan bahwa data kependudukan para pedagang jelas dan transparan serta siap dibuktikan melalui kartu tanda penduduk (KTP).

“Keinginan kita cuma satu, berilah kebijakan yang sebijak-bijaknya buat warganya,” ujar Aday.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud melarang pedagang mencari nafkah. Namun, pembangunan JPO membutuhkan penyesuaian aktivitas di kawasan tersebut.

Jenal menyampaikan bahwa pemerintah meminta pihak terkait melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum menutup lapak pedagang.

“Jangan ditutup hari ini, jangan ditutup sekarang, tapi sosialisasi dulu,” kata Jenal saat menanggapi aspirasi pedagang.

Ia menyebut pembangunan direncanakan mulai Jumat, 23 Oktober 2026. Pemerintah juga membahas persoalan sewa lapak serta kemungkinan dukungan bagi pedagang yang terdampak penataan tersebut.

Jenal turut menyampaikan bahwa pembahasan lanjutan mengenai dukungan bagi pedagang dijadwalkan pada Jumat pukul 08.00 WIB.

Para pedagang berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sekaligus keberlangsungan usaha mereka di Jalan MA Salmun.

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda