RASIOO.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor resmi menutup perlintasan sebidang kereta api di Jalan MA Salmun pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB. Penutupan permanen ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Dishub Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta unsur warga langsung mengamankan lokasi dengan memasang delapan water barrier berbahan beton.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Ridwan, mengatakan penutupan tersebut telah melalui sosialisasi dan kesepakatan sebelumnya.
“Ya, hari ini kita melakukan penutupan perlintasan sebidang kereta api karena ini memang sudah disosialisasikan sebelumnya, sudah disepakati, dan memang ini untuk membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan rencana JPO nanti,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan, penutupan perlintasan tersebut bersifat permanen. Setelah penutupan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melanjutkan pekerjaan konstruksi JPO agar masyarakat tidak lagi melintasi jalur kereta api di lokasi tersebut.
“Permanen ya, permanen. Karena nanti setelah dilakukan penutupan ini, konstruksi akan dilaksanakan oleh PUPR, akan membuat JPO yang fungsinya nanti biar warga nggak melintasi di bawah sini lagi,” ungkapnya.
Meski akses umum ditutup, Dishub tetap memberikan pengecualian bagi warga Kampung Ardio untuk menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Akses keluar-masuk warga akan menggunakan sistem pintu buka-tutup yang dijaga warga setempat. Sebanyak delapan orang disiapkan untuk membantu pengamanan akses tersebut agar arus kendaraan tidak menimbulkan kepadatan di dalam permukiman.
Ridwan menjelaskan, pemasangan beton penghalang belum sepenuhnya maksimal karena keterbatasan material yang tersedia. Untuk sementara, petugas memasang delapan balok beton pada satu jalur.
“Satu jalur ada delapan balok beton. Karena balok betonnya terbatas, untuk sementara ini ditutup secukupnya dulu. Nanti kekurangannya bisa ditambahkan kembali,” tutupnya.
Penutupan ini menjadi bagian dari persiapan pembangunan JPO di Jalan MA Salmun. Masyarakat yang biasa melintasi jalur tersebut perlu menyesuaikan perjalanan, sementara warga Kampung Ardio tetap dapat menggunakan akses khusus yang dijaga petugas warga.














Komentar