RASIOO.id – Polresta Bogor Kota bersama aliansi mahasiswa Cipayung Plus menggalang dana untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Selain menggalang bantuan kemanusiaan, kegiatan tersebut menjadi momentum kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengapresiasi inisiatif Cipayung Plus yang menggelar aksi solidaritas tersebut. Ia mengatakan, kepolisian turut mengajak seluruh personel untuk berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan bagi korban karhutla.
“Pada saat kegiatan apel, kami sudah langsung tekankan kepada seluruh personel untuk dapat memberikan bantuan dalam penggalangan dana tersebut,” ujarnya.
Hingga kegiatan berlangsung, dana yang terkumpul mencapai Rp58 juta. Bantuan tersebut direncanakan untuk disalurkan kepada korban bencana di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa Cipayung Plus yang juga menjabat Ketua HMI Cabang Kota Bogor menyebut kegiatan tersebut merupakan agenda lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Mahasiswa juga mendorong aparat penegak hukum untuk menindak pelaku kejahatan lingkungan, termasuk korporasi yang diduga terlibat.
“Satu tambahannya, harapannya para pelaku kejahatan lingkungan segera diproses, termasuk korporasi yang terlibat,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Adhitya menyatakan dukungannya terhadap upaya penanganan dan pemulihan lingkungan. “Kami akan melakukan langkah lanjutan persoalan penanganan dan pemulihan lingkungan, khususnya fokus pada isu lingkungan,” jelasnya.
Di tengah kegiatan solidaritas tersebut, Polresta Bogor Kota juga menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi pergerakan massa aksi unjuk rasa menuju Jakarta. Sebanyak 484 personel Polresta Bogor Kota disiapkan untuk pengamanan. Kepolisian juga meminta bantuan satu satuan setingkat kompi (SSK) personel Brimob.
Adhitya menjelaskan, pengamanan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Pintu 1 Istana Bogor dan kawasan Tugu Kujang. Selain itu, kepolisian melakukan penyekatan secara selektif di sejumlah simpul transportasi, termasuk stasiun dan terminal. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi pergerakan massa menuju Jakarta.
“Di wilayah Polresta Bogor Kota, kami sudah melakukan penyekatan khususnya di stasiun, di terminal, dan di beberapa lokasi yang memang kita pandang penting untuk dilakukan penyekatan massa supaya tidak ada yang bergeser ke Jakarta,” ujarnya.
Polresta Bogor Kota juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan untuk mengimbau pelajar agar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa. Menurut Adhitya, imbauan tersebut ditujukan untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi di wilayah Kota Bogor maupun DKI Jakarta.
“Kami juga sudah komunikasi dengan Pemerintah Kota Bogor. Sebisa mungkin nanti Dinas Pendidikan akan menyampaikan agar pelajar diimbau untuk tidak melakukan unjuk rasa, baik di wilayah Bogor Kota ataupun di DKI Jakarta,” tutupnya.















Komentar