RASIOO.id – Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital di Kota Bogor baru mencapai 13,14 persen dari target nasional sebesar 30 persen. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor pun terus menggencarkan sosialisasi dan pelayanan jemput bola untuk mempercepat aktivasi.
Kepala Bidang Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Rully Hasanul Basri, mengatakan target aktivasi IKD mengacu pada arahan pemerintah pusat, yakni 30 persen dari total penduduk wajib KTP.
“Berdasarkan arahan nasional, target pengaktifan IKD ditetapkan sebesar 30 persen dari total wajib KTP,” tuturnya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Rully menjelaskan, Kota Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 1.162.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 800.000 warga masuk kategori wajib KTP.
Namun, berdasarkan data per 27 Oktober 2026, baru 111.664 warga yang mengaktifkan IKD. Jumlah tersebut setara dengan 13,14 persen dari total penduduk wajib KTP.
Capaian itu masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 30 persen.
IKD Disiapkan untuk Akses Layanan Publik
IKD merupakan bentuk transformasi digital administrasi kependudukan yang memudahkan masyarakat mengakses identitas diri tanpa harus selalu membawa KTP fisik.
Ke depan, IKD juga disiapkan untuk mendukung akses terhadap berbagai layanan publik di Kota Bogor.
Salah satu penerapannya berkaitan dengan layanan bantuan sosial melalui sistem Perlinsos. Masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan sosial atau pembaruan data desil kini diwajibkan mengaktifkan IKD terlebih dahulu.
Untuk mempercepat pencapaian target, Disdukcapil Kota Bogor bersama pihak kecamatan dan kelurahan telah dibekali akses aplikasi IKD Plus.
Aplikasi tersebut memungkinkan petugas di tingkat wilayah membantu masyarakat melakukan aktivasi IKD secara langsung.
Selain melalui pelayanan di kantor pemerintahan, Disdukcapil juga terus menggencarkan aksi jemput bola ke berbagai instansi dan organisasi masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengaktifkan identitas kependudukan digital tanpa harus menghadapi kendala akses pelayanan.
Rully berharap kolaborasi lintas sektor dan dukungan media massa dapat memperluas penyebaran informasi mengenai IKD. Dengan begitu, semakin banyak warga yang memahami manfaat dan pentingnya mengaktifkan KTP Digital.












Komentar