RASIOO.id – Persatuan Judo Seluruh Indonesia atau PJSI Kota Bogor memasang target tinggi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XV Jawa Barat 2026. Tak sekadar mengejar medali, tim judo Kota Hujan bertekad mempertahankan tradisi juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Ambisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet dan pelatih. Pasalnya, mempertahankan gelar juara umum dinilai memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibandingkan saat pertama kali meraihnya.
Pelatih PJSI Kota Bogor, An An Andri Hikmat, mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi kompetisi tahun ini telah dilakukan secara intensif sejak tiga tahun lalu.
Menurutnya, pengalaman menjadi juara umum dalam tiga edisi Porprov sebelumnya menjadi motivasi sekaligus tantangan untuk kembali mempertahankan prestasi tersebut.
“Ada peribahasa, mengejar itu lebih mudah daripada mempertahankan. Nah, kami ini tiga kali Porprov berturut-turut sebagai juara umum. Ini Porprov keempat, menjadi suatu yang berat bagi kami. Walaupun sekali lagi persiapan kami sudah tiga tahun yang lalu,” ujar An An, Kamis, 5 November 2026.
Ia mengakui terdapat sejumlah kendala teknis kecil selama pertandingan berlangsung. Namun, secara keseluruhan, para atlet mampu menjalani pertandingan dengan lancar dan menunjukkan penampilan terbaiknya.
Baik atlet kategori junior maupun senior telah mengerahkan kemampuan maksimal sejak hari pertama pertandingan.
An An juga mengapresiasi penampilan para atlet yang dinilainya mampu memberikan hasil terbaik untuk Kota Bogor.
“Mudah-mudahan di empat kelas ini, judo dua dan laga judo dua, semuanya bisa mendapatkan yang terbaik. Kita belum tahu, tapi saya lihat tadi dari ketiga pasangan semuanya sempurna memberikan yang terbaik buat Kota Bogor,” tuturnya.
Dalam Porprov XV Jawa Barat 2026, kontingen judo Kota Bogor menurunkan kekuatan penuh dengan mengikuti seluruh 26 kelas yang dipertandingkan.
Keikutsertaan tersebut mencakup kategori junior, senior, hingga fighter yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap sampai Senin mendatang.
Setelah menyelesaikan pertandingan judo, perjuangan kontingen Kota Bogor akan berlanjut melalui cabang olahraga kurash dan sambo. Masing-masing cabang olahraga tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Untuk cabang judo, PJSI Kota Bogor menargetkan raihan 12 medali emas. Bahkan, An An optimistis peluang untuk melampaui target tersebut masih terbuka.
Sementara itu, apabila target dari cabang judo, kurash, dan sambo dapat tercapai, kontingen membidik total 20 medali emas dari ketiga cabang olahraga tersebut.
“Kita optimistis, mudah-mudahan berkat dukungan semuanya, berkat doa semuanya, termasuk rekan-rekan pers yang selama ini mendukung kami dari PJSI Kota Bogor, mudah-mudahan target kami 12 emas sampai dengan selesai bisa tercapai, bahkan bisa lebih,” ungkapnya.
Di sisi lain, pelatih tim judo Kota Bogor, Een Mardani, menjelaskan bahwa kedisiplinan atlet menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kualitas penampilan selama kompetisi.
Menurutnya, para atlet harus menjalani latihan secara rutin dan tetap mengikuti program yang telah ditetapkan oleh tim pelatih.
Hal tersebut penting karena penilaian dalam pertandingan judo, khususnya nomor kata, membutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan kecil dalam teknik maupun gerakan dapat memengaruhi hasil penilaian juri.
Untuk meningkatkan kualitas penampilan, tim pelatih menerapkan metode latihan berbasis simulasi pertandingan serta memperbanyak pengalaman kompetisi.
Para atlet juga didorong aktif mengikuti kejuaraan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi persaingan.
Dengan persiapan selama tiga tahun, kekuatan penuh di 26 kelas, serta target 12 medali emas dari cabang judo, PJSI Kota Bogor optimistis dapat kembali mempertahankan gelar juara umum dan melanjutkan tradisi prestasi di Porprov XV Jawa Barat 2026.














Komentar