RASIOO.id – Ratusan masyarakat yang terdiri dari ulama, santri, nelayan, petani, pemuda, dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan Proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) yang dinilai merampas tanah milik rakyat.
Aksi yang bertajuk ‘Panggung Rakyat’ ini digelar di halaman Makam Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin, 10 Januari 2025.
Diketahui, kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan diawali ziarah dan doa bersama di makam Sultan Ageng Tirtayasa, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan kedaulatan rakyat Banten.
Koordinator Koalisi Rakyat Banten Utara Melawan, Muhajir, mengatakan bahwa, ia menyoroti dampak negatif proyek tersebut terhadap kehidupan masyarakat, terutama nelayan dan petani yang kehilangan akses terhadap lahan dan laut.
“Kami menegaskan bahwa proyek tersebut tidak hanya merampas hak rakyat, tetapi juga mengancam kedaulatan laut Banten,” tegas Muhajir.
Masih kata Muhajir, masyarakat menuntut agar pemerintah menghentikan proyek tersebut dan mengembalikan hak-hak rakyat yang telah dirampas.
“Kami Masyarakat juga meminta Presiden Prabowo Subianto segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengadili para pelaku yang dianggap telah merebut kedaulatan laut Banten. Kami berharap pemerintah dapat mendengar suara rakyat dan mengambil langkah tegas untuk melindungi hak-hak masyarakat,” pungkasnya.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan persoalan terkait PIK 2. Panggung Rakyat kemudian diisi dengan orasi penolakan PIK 2 yang disampaikan oleh perwakilan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Aksi ini ditutup dengan deklarasi penolakan PIK 2 dan menjadi bukti kuatnya penolakan masyarakat terhadap proyek PIK 2 yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Masyarakat bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah.
Simak rasioo.id di Google News











Komentar