RASIOO.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang memberikan respons “dingin” terkait kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di sekitar proyek galian milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Rabu, 3 Desember 2025.
Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah menabrak pembatas galian dan terlindas truk kontainer.
Manager Hubungan Pelanggan (Hublang) Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Budi Santoso, mengatakan pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada kepolisian untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.
“Tentunya kami yang menyampaikan turut belasungkawa, turut prihatin atas terjadinya (kecelakaan lalu lintas). Selanjutnya, tentunya kita masih menunggu dari pihak kepolisian, apakah yang menjadi penyebab dalam kecelakaan tersebut. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Juga: Warga Minta Kompensasi Akibat Gangguan Layanan Air PDAM Tirta Benteng
Budi menambahkan, sebagai upaya dan bentuk kepedulian pihaknya telah melakukan takziah ke rumah duka. Terlepas, lanjutnya, menjadi penyebab atau tidak dikarenakan adanya kejadian itu di sekitar lokasi.
“Tentunya dari pihak kami dengan pihak mitra telah takziah sebagaimana layaknya kita sesama manusia, sesama muslim, bagi yang seiman, insyaallah nanti akan kita lakukan takziah ke rumah duka,” imbuhnya.
Lalu, terkait penanganan antisipasi ke depannya, Budi mengatakan, tahap perbaikan diperkirakan membutuhkan estimasi waktu hingga tanggal 20 Desember 2025.
“Program pemasangan jaringan perpipaan di Zona 2 yang notabenenya untuk masyarakat Kecamatan Karawaci, Jatiuwung, Periuk dan juga Cibodas itu adalah bentangan dari jaringan pipa distribusi. Dari pemasangan pipa ini, tentunya ada beberapa proses yang sampai dengan saat ini sedang dalam tahap perbaikan. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” ucapnya.
Saat ditanya, kendala kenapa belum ditambal dan belum dicor kembali setelah dibor. Dirinya mengatakan perbaikan itu membutuhkan beberapa tahapan.
“Selain memang pemadatan, itu juga akan melalui tes CBR bagi yang memang diberlakukan oleh penyelenggara jalan. Dalam hal ini PPJN untuk di lokasi yang berada di Jatiuwung. Jadi memang kita juga menunggu ada asas waktu kemudian validasi dari PPJN itu sendiri,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News










Komentar