Cap Go Meh 2026 Dongkrak UMKM Kota Bogor, Jimmy Charter: Pendaftaran Tenan Gratis Tanpa Syarat!

RASIOO.id –Perayaan Cap Go Meh 2026 di Suryakencana tak hanya menghadirkan nuansa budaya dan religi, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan pelaku usaha lokal.

Tahun ini, panitia menghadirkan bazar kuliner UMKM bertema “Pasar Jadoel” yang digelar selama tiga hari, 1–3 Maret 2026, dengan semangat besar: memajukan UMKM Kota Bogor Suasana kawasan Suryakencana tampak semarak sejak pagi.

Deretan tenan dengan ornamen klasik menghadirkan nuansa tempo dulu yang khas, lengkap dengan sajian kuliner tradisional yang menggugah selera. Meski berlangsung di hari kerja dan bertepatan dengan bulan suci Ramadan, antusiasme masyarakat tetap tinggi.

Koordinator acara, Jimmy Charter, mengungkapkan rasa syukurnya melihat respons pengunjung.“Kalau kita lihat ini cukup antusias. Ini kan hari Senin, kalau kemarin hari Minggu jauh lebih ramai,” ujar Jimmy, Senin 02 Maret 2026.

Menurutnya, potensi lonjakan pengunjung masih terbuka, terutama pada malam hari. Namun sejak siang pun transaksi di sejumlah tenan sudah terlihat ramai.

Fokus Dorong UMKM Lokal

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya menghadirkan bazar pada hari puncak perayaan, tahun ini panitia sengaja memperpanjang durasi bazar selama tiga hari penuh. Langkah tersebut diambil agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan pelaku UMKM.

“Tahun lalu kita tidak fokus ke bazar selama tiga hari, hanya di hari-H Cap Go Meh. Sekarang kita ingin benar-benar memberikan ruang lebih luas bagi UMKM,” jelas Jimmy.

Ia menegaskan, perayaan Cap Go Meh bukan sekadar agenda keagamaan dan budaya, melainkan juga media promosi efektif bagi pelaku usaha lokal sekaligus etalase wisata kuliner Kota Bogor.

“Kegiatan ini memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya UMKM, sekaligus promosi Kota Bogor juga,” tambahnya.

Pendaftaran Tenan Gratis, Tanpa Biaya

Kabar baiknya, panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi UMKM yang ingin bergabung di tahun mendatang — tanpa dipungut biaya alias gratis.

Jimmy memastikan tidak ada persyaratan administrasi yang rumit. Namun, seluruh calon peserta tetap melalui proses kurasi guna menjaga kualitas dan keberagaman produk.

“Syarat tidak ada, yang penting begitu dikurasi sesuai. Misalnya kalau tukang pempek sudah terlalu banyak, kan tidak mungkin pempek semua. Kita atur. Tentunya makanan yang mencirikan Kota Bogor yang tradisional,” ujarnya.

Stand-stand yang tampil tahun ini pun menghadirkan berbagai sajian khas, mulai dari kopi legendaris hingga aneka jajanan tradisional yang mengingatkan pengunjung pada cita rasa masa kecil.

Dengan konsep “Pasar Jadoel” dan komitmen mendukung UMKM, Cap Go Meh 2026 menjadi bukti bahwa perayaan budaya mampu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat. Antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi budaya dan ekonomi lokal mampu menghadirkan dampak nyata bagi Kota Bogor.

Komentar