Miopia Mengintai Pelajar, MAN 1 Kota Bogor Gelar Pemeriksaan Mata Gratis

RASIOO.id – Tingginya kasus rabun jauh atau miopia pada pelajar mendorong Yayasan Amal Mata bersama Puskesmas menggelar pemeriksaan mata gratis di MAN 1 Kota Bogor, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar. Selain pemeriksaan mata, siswa yang membutuhkan juga mendapat bantuan kacamata dengan harga bersubsidi.

Co-director Yayasan Amal Mata,Diana Mongan, S.Ak., mengatakan pemeriksaan mata di Bogor telah dilakukan yayasan sejak 2021. Namun, kolaborasi dengan Puskesmas dalam pemeriksaan kesehatan mata di sekolah baru pertama kali dilakukan di MAN 1 Kota Bogor.

“Kalau untuk saat ini di Bogor itu sudah dari 2021 melakukan pemeriksaan cek mata di Bogor. Namun kerja sama dengan Puskesmas atau masuk dalam cek kesehatan bersama Puskesmas, baru di MAN 1,” ujar Diana Mongan, S.Ak..

Diana menyebut Kota Bogor menjadi salah satu wilayah yang memiliki catatan miopia cukup tinggi pada kelompok pelajar berdasarkan pemantauan yang dilakukan yayasan sejak 2021.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti genetik, asupan gizi, kurangnya waktu istirahat, hingga tingginya intensitas penggunaan gawai.

Perubahan pola belajar yang semakin memanfaatkan teknologi digital setelah pandemi COVID-19 juga turut memengaruhi gaya hidup pelajar dan kesehatan penglihatan.

Dalam pemeriksaan tersebut, siswa terlebih dahulu menjalani screening menggunakan Snellen chart dari jarak enam meter. Siswa yang mengalami kesulitan melihat pada ukuran tertentu akan menjalani pemeriksaan lanjutan secara manual oleh tim pemeriksa.

Sementara siswa yang sudah menggunakan kacamata dapat menjalani pemeriksaan menggunakan mesin Auto Ref. Diana mengatakan alat tersebut membantu mempercepat proses pemeriksaan.

“Ini mempercepat kegiatan baksos karena yang sudah pakai kacamata kita cek lagi dengan mesin Auto Ref. Nanti hasil mesin Auto Ref itu diberikan kepada tim periksa, sehingga alur baksos menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan, siswa yang membutuhkan kacamata dapat memilih frame yang disediakan Yayasan Amal Mata. Frame tersebut berasal dari dukungan sejumlah donatur dan vendor.

Diana mengatakan siswa hanya perlu memberikan kontribusi dengan biaya yang terjangkau. Bahkan, kacamata dapat diberikan secara gratis bagi siswa dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Setelah frame dipilih, kebutuhan lensa akan diproses oleh tim logistik. Kacamata tersebut ditargetkan dikirimkan ke sekolah sekitar satu minggu setelah pemeriksaan.

Diana berharap kegiatan ini dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini sehingga pelajar bisa memperoleh penanganan dan alat bantu penglihatan yang sesuai.

Komentar