PDIP Tantang Koalisi Gemuk Rudy-Jaro, Usung Bayu-Musyafaur di Pilkada Bupati Bogor

 

RASIOO.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi satu-satunya partai yang berani menantang dominasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam Pilkada Bupati Bogor. Dengan membawa dua kader terbaiknya, Bayu Syachjohan dan Musyafaur Rahman, PDIP resmi mendaftarkan pasangan calon bupati dan wakil bupati tersebut ke KPU Kabupaten Bogor pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Pendaftaran yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB ini, menjadi simbol perlawanan PDIP terhadap koalisi besar yang mengusung Rudy Susmanto dan Jaro Ade, yang didukung oleh 16 partai politik peserta Pemilu 2024. Uniknya, Bayu dan Musyafaur tiba di KPU menggunakan mobil ambulans, sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi demokrasi di Pilkada serentak tahun ini.

Bayu Syachjohan, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor, memastikan bahwa semua persyaratan pendaftaran telah dipersiapkan dengan baik. Ia juga mengonfirmasi bahwa DPP PDIP telah menerbitkan formulir B1KWK, yang menjadi syarat formal pendaftaran calon kepala daerah.

“Semuanya sudah siap, dan kami akan berangkat dari DPC PDIP pukul 19.30 WIB menuju KPU Kabupaten Bogor,” kata Bayu saat dikonfirmasi pada Kamis sore.

Dalam proses pendaftaran ini, PDIP memutuskan tidak mengerahkan relawan secara besar-besaran. Bayu menyebut hanya sekitar 500 pengurus inti yang akan mendampingi pasangan Bayu-Musyafaur ke KPU.

Sebelumnya, PDIP sebenarnya telah mengeluarkan rekomendasi untuk mengusung Ade Ruhandi dan Musyafaur Rahman sebagai pasangan calon. Namun, Ade Ruhandi memilih untuk tetap setia pada Partai Golkar dan bergabung sebagai calon wakil bupati mendampingi Rudy Susmanto.

Bayu mengakui bahwa Ade Ruhandi telah menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf karena tidak mengambil tawaran dari PDIP. Menurut Bayu, hal ini adalah dinamika biasa dalam politik.

“Yang penting bagi PDIP adalah menjaga kehidupan demokrasi. Kami tidak ingin Pilkada Kabupaten Bogor hanya diikuti satu pasangan calon,” tegas Bayu.

Meskipun hanya didukung oleh PDIP, yang meraih 256.830 suara atau 8,59 persen dalam Pemilu 2024, Bayu tetap optimistis. Berdasarkan putusan MK yang menurunkan ambang batas pencalonan menjadi 6,5 persen, PDIP sudah cukup kuat untuk mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“PDIP siap memberikan perlawanan sengit terhadap pasangan Rudy-Jaro yang didukung oleh 16 partai politik,” pungkas Bayu.

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar