RASIOO.id – Pengamat politik, Eko Supriatno menyampaikan kritik terhadap arah debat politik menjelang Pilkada serentak 2024. Ia menyoroti bahwa debat yang seharusnya menjadi ajang adu gagasan untuk kemajuan daerah, kini lebih sering terlihat sebagai panggung pertunjukan semata.
“Debat politik sekarang lebih banyak fokus pada tampilan luar—bagaimana kandidat berbicara, gestur tubuh, dan citra mereka di depan kamera. Padahal, yang seharusnya menjadi perhatian utama adalah gagasan dan solusi yang mereka tawarkan,” ungkap Eko dalam sebuah diskusi publik bertajuk “Peta Politik Uang Dalam Pemilu” di Universitas Mathla’ul Anwar Banten.
Ia prihatin melihat banyak calon kepala daerah lebih sibuk memoles penampilan daripada menyampaikan argumen yang kuat dan relevan.
Eko juga mengamati bahwa pemilih saat ini semakin cerdas dan kritis. Menurutnya, publik sudah tidak lagi tertarik dengan retorika kosong atau janji-janji tanpa dasar.
“Pemilih sekarang mencari substansi—mereka ingin tahu apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh calon pemimpin, bukan sekadar kata-kata manis,” tambahnya
Baca Juga: Performa Paslon di Debat Pilkada Kota Tangerang, Begini Penilaian Pengamat Politik
Oleh karena itu, ia menilai debat politik seharusnya menjadi sarana bagi calon untuk membangun kepercayaan dengan berbicara jujur dan memberikan solusi nyata atas masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
Dalam dinamika migrasi suara pemilih, Eko mengingatkan partai politik agar tidak mengandalkan afiliasi partai semata.
“Pemilih semakin rasional, mereka menilai calon berdasarkan rekam jejak dan kualitas gagasan, bukan sekadar loyalitas terhadap partai,” jelasnya.
Menurut Eko, hal ini menunjukkan bahwa pemilih semakin terbuka terhadap perubahan dan siap berpindah dukungan jika calon tidak menawarkan gagasan yang relevan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam debat. “Debat yang sehat itu saling menghormati dan mengedukasi. Ini akan lebih bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa memberikan gambaran yang jelas tentang visi dan misi setiap kandidat,” ujarnya.
Menurut Eko, debat yang saling menjatuhkan justru membuat esensi dari debat itu sendiri hilang.
Tak hanya itu, Eko menekankan pentingnya argumen yang berbasis data.
“Argumen yang kuat adalah yang didukung dengan fakta dan data. Ini akan membuat calon lebih meyakinkan di mata pemilih dan meningkatkan kredibilitas mereka,” tegasnya.
Menurut Eko, visi yang jelas dan solusi yang terarah akan membuat calon lebih dipercaya oleh masyarakat.
Sebagai penutup, Eko berharap kritik konstruktifnya ini bisa mendorong calon kepala daerah untuk menjadikan debat sebagai ajang yang lebih bermakna.
“Debat seharusnya menjadi ruang untuk menghadirkan ide-ide inovatif dan solusi konkret, bukan sekadar ajang untuk menyerang lawan,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar