RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan skema rekayasa lalu lintas besar-besaran di kawasan Parungpanjang sebagai respons atas proyek betonisasi jalan yang akan dilaksanakan serentak mulai Juni hingga Desember 2025.
Langkah ini ditempuh setelah Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan proyek perbaikan infrastruktur akan dikebut di tujuh ruas jalan vital yang menghubungkan Parungpanjang dengan wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup akses kendaraan ini telah melalui kesepakatan dengan warga saat kunjungan kerja Bupati ke Parungpanjang pada 8 Mei lalu. Kala itu, Bupati Rudy sempat menawarkan opsi perbaikan secara bertahap, namun masyarakat memilih agar perbaikan dilakukan sekaligus meski menimbulkan dampak kemacetan.
“Kesepakatan ini harus dipahami bersama. Pelaksanaan rekayasa lalu lintas ketika betonisasi berlangsung perlu pengawasan ketat agar tidak terjadi kekacauan di lapangan,” ujar Ajat di Cibinong, Selasa, 13 Mei 2025.
Baca Juga: Egi Gunadhi Apresiasi Satpol PP Segel Perumahan Anugrah Yang Tak Berizin di Parungpanjang
Pemkab Bogor juga mewaspadai potensi munculnya pungutan liar terhadap pengendara yang melintas di jalur perbaikan. Karenanya, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar proyek ini berjalan lancar tanpa kendala sosial.
Salah satu kesepakatan penting adalah pembatasan jam operasional angkutan tambang. Truk bertonase di atas 8 ton dilarang melintasi area pengecoran jalan saat proses pengeringan berlangsung, yakni pukul 19.00 hingga 02.00 WIB. Hanya kendaraan di bawah 8 ton yang diperbolehkan lewat di waktu tersebut.
Secara teknis, proyek betonisasi akan menyasar tujuh ruas jalan prioritas, yakni:
Jalan Pingku – Kampung Asem Kuda (2,5 km)
Jalan Caringin – Cilaketan – Parungpanjang (2,32 km)
Jalan Lumpang – Cikuda (2,98 km)
Jalan Prumpung – Gunungsindur – Cicangkal (2,8 km)
Jalan Cicangkal – Maloko (2,01 km)
Jalan Kampung Sawah – Janala, Rumpin (2,73 km)
Jalan Janala – Lebakwangi, Cigudeg (7,8 km)
Bupati Rudy mengungkapkan, proyek ini merupakan bagian dari realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 tahap pertama, yang secara keseluruhan mencapai Rp507,2 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan.
“Khusus untuk wilayah Parungpanjang, Rumpin, Gunungsindur, dan Cigudeg, kita anggarkan Rp104 miliar. Proyek ini menjadi prioritas karena menyangkut konektivitas antarwilayah dan perekonomian warga,” kata Rudy.
Sementara itu, ruas jalan provinsi di wilayah Parungpanjang akan ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan jadwal pelaksanaan dari Juni hingga November 2025.
Warga diminta bersiap menghadapi dampak kemacetan dan pembatasan akses kendaraan selama proyek berjalan. Meski demikian, pemerintah menjanjikan hasil akhir berupa infrastruktur yang lebih layak dan konektivitas yang jauh lebih baik.***
Simak rasioo.id di Google News















Komentar