RASIOO.id – Polisi mengamankan mobil dinas milik Bappenda Kabupaten Bogor saat melintas di wilayah Jakarta Timur, beberapa hari lalu.
Mobil Xpander Cross hitam itu diberhentikan karena diduga melakukan pemalsuan plat nomor kendaraan yang digunakannya. Mobil tersebut diubah plat nomornya menggunakan plat nomor hitam, padahal aslinya merah atau kendaraan dinas.
Dari postingan Instagram @jabodetabek24info diketahui kendaraan Xpander itu menggunakan plat hitam dengan nopol F 1557 YM. Padahal aslinya merupakan kendaraan dinas berplat nomor F 1554 I.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Andri Hadian memastikan mobil tersebut digunakan untuk keperluan dinas bukan untuk hal yang di luar dinas.
Ia menjelaskan, kronologis kejadian tersebut bermula saat Kepala Bidang Penagihan, Keberatan dan Pengawasan (PKP) bersama tim akan berangkat ke Bandung untuk kegiatan kedinasan di Bandung,.
Di perjalanan, saat di traffic light Cawang, kendaraan tersebut di berhentikan oleh petugas kepolisian. Saat diperiksa, ada ketidaksesuaian dengan nomor polisi yang ada pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Akan tetapi, setelah Bappenda menunjukkan surat yang dikeluarkan kepolisian, nomor polisi yang ada pada kendaraan dapat digunakan pada kendaraan tersebut namun hanya di wilayah Jabar.
“Kami memastikan bahwa kendaraan tersebut hanya dipergunakan untuk kepentingan kedinasan dan tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi,” kata dia, Rabu 21 Mei 2025.
Terkait plat nomor hitam, kendaraan tersebut sebelumnya digunakan untuk melakukan pemantauan wajib pajak seperti di tempat wisata atau restoran.
“Karena kadang pemantauan juga dilakukan secara diam-diam, dan ketika ingin melakukan pemantauan tertutup biasanya tidak pakai plat merah. Jadi kita bisa tau kondisi riilnya dengan yang dilaporkan nanti,” jelasnya.
Namun karena keteledoran, mobil tersebut belum sempat diganti plat nomornya dan langsung dibawa menuju acara dinas di Bandung.
“Yang jelas, saya memastikan bahwa kendaraan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelas dia.
Ia pun meminta maaf atas ramainya informasi yang beredar dan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tak terulang kembali di masa yang akan datang.
“Memang waktu itu karena lupa ya, jadi plat nomornya tidak sempat diganti. Tapi kami pastikan kendaraan tersebut sedang dalam agenda dinas dan bukan untuk kepentingan pribadi. Pemegang kendaraan Pak Sekban, namun pada saat kejadian kendaraan dipakai oleh Kabid PKP dengan Tim ke Bandung. Saya mohon maaf atas isu yang berkembang. Semoga ini jadi pembelajaran kita bersama,” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar