Doni Maradona Hutabarat Gantikan Bayu Syahjohan Usai Dua Kekalahan Beruntun PDI Perjuangan di Kabupaten Bogor

 

RASIOO.id – PDI Perjuangan melakukan pergantian kepemimpinan di tingkat cabang Kabupaten Bogor. Doni Maradona Hutabarat resmi ditunjuk sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor periode 2025–2030, menggantikan Bayu Syahjohan, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar pada Minggu, 28 Desember 2025.

Pergantian tersebut tak lepas dari catatan elektoral PDI Perjuangan di Kabupaten Bogor pada Pemilu 2024. Di bawah kepemimpinan Bayu Syahjohan, partai berlambang banteng moncong putih itu gagal mengamankan kemenangan strategis, baik pada Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Kepala Daerah.

Pada Pileg 2024, Bayu yang maju sebagai calon anggota legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Bogor tidak berhasil meraih kursi. Kekalahan itu berlanjut pada Pilkada 2024, ketika Bayu yang diusung sebagai Calon Bupati Bogor harus mengakui keunggulan pasangan Rudy Susmanto–Ade Ruhandi dengan selisih suara yang signifikan.

Baca Juga: Hasil Pilkada Bogor 2024, Bayu-Musya Ungguli Rudy-Ade di TPS Masing-Masing

Situasi tersebut menjadi sinyal kuat bagi DPP dan DPD PDI Perjuangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan partai di Kabupaten Bogor. Doni Maradona Hutabarat, yang saat ini menjabat Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, kemudian dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa kepengurusan baru dituntut bergerak cepat melakukan konsolidasi struktural hingga ke akar rumput. Doni diperintahkan segera menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan membentuk kepengurusan PAC yang baru.

“Musyawarah Anak Cabang harus segera dilaksanakan. Saat ini sudah dimulai proses seleksi calon Ketua PAC melalui tes tertulis,” kata Ono Surono, Senin, 29 Desember 2025.

Menurut Ono, kegagalan PDI Perjuangan di Kabupaten Bogor tidak bisa dilepaskan dari lemahnya keterhubungan struktur partai dengan masyarakat. Karena itu, kepengurusan baru diminta untuk memulihkan kembali kepercayaan publik.

“Pengurus PDI Perjuangan harus kembali menyatu dengan rakyat Kabupaten Bogor dan hadir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan nyata. Tanpa itu, sulit berharap kemenangan ke depan,” ujarnya.

Ono juga memasang target ambisius untuk Pemilu 2029, yakni 8 kursi DPRD Kabupaten Bogor, 2 kursi DPRD Jawa Barat, serta 2 kursi DPR RI. Target tersebut, menurutnya, bukan sekadar angka, melainkan tolok ukur keberhasilan konsolidasi dan kerja politik lima tahun ke depan.

Sementara itu, Doni Maradona Hutabarat mengakui bahwa tugas yang diembannya tidak ringan. Ia menegaskan akan melakukan pembenahan internal secara menyeluruh, sekaligus menyiapkan regenerasi kader untuk menghadapi Pileg dan Pilkada 2029.

“Kami menargetkan delapan kursi DPRD Kabupaten Bogor dan kembali menempatkan PDI Perjuangan sebagai pimpinan DPRD. Selain itu, kami juga menyiapkan kader internal untuk maju pada Pilkada Bogor 2029,” ujar Doni.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi ujian serius bagi PDI Perjuangan Kabupaten Bogor: apakah evaluasi pasca-kekalahan hanya bersifat administratif, atau benar-benar menjadi titik balik untuk membangun kembali kekuatan politik di daerah penyangga ibu kota tersebut.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar