RASIOO.id – Kepolisian angkat bicara terkait beredarnya video mencekam evakuasi korban yang disebut-sebut terdampak kabut asap di area pertambangan PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Polisi menegaskan, narasi dalam video tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Video yang memperlihatkan proses evakuasi korban hingga tak sadarkan diri itu sebelumnya ramai di media sosial dan dikaitkan dengan peristiwa munculnya asap pekat di area tambang Antam. Bahkan, beredar pula video jenazah yang telah dikafani dengan klaim sebagai korban jiwa akibat asap tersebut.
Namun, Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna memastikan bahwa video evakuasi yang viral bukan terjadi di PT Antam maupun di lokasi galian emas ilegal (gurandil) di sekitar Antam.
“Video evakuasi yang beredar itu bukan di Antam dan bukan kejadian kemarin. Yang benar, hanya ada satu video asap pekat di dalam lubang tambang Antam yang dikirim oleh pegawai, dan itu sesuai SOP,” ujar AKP Ucup, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menegaskan, video yang diklaim sebagai evakuasi korban akibat asap Antam merupakan hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Bukan, bukan. Itu bukan evakuasi korban Antam atau gurandil. Yang valid itu hanya press rilis Kapolres tadi malam. Yang viral ini tidak benar,” tegasnya.
AKP Ucup juga membantah keras kabar adanya korban yang mengalami sesak napas hingga dilarikan ke rumah sakit akibat insiden asap tersebut. Menurutnya, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka di wilayah operasional Antam.
“Tidak ada korban. Tidak ada yang dibawa ke rumah sakit. Di wilayah Antam tidak ditemukan korban,” ujarnya.
Meski demikian, beredarnya video-video tersebut memicu keresahan publik dan menimbulkan spekulasi luas terkait keselamatan di area pertambangan. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Antam belum memberikan klarifikasi resmi terkait video evakuasi yang ramai dikaitkan dengan aktivitas tambang mereka.
General Manager PT Antam, Arif Rahman, belum merespons upaya konfirmasi dari RASIOO.id, sehingga publik masih menunggu penjelasan terbuka dari pihak perusahaan guna meredam polemik yang terus bergulir di ruang publik.
Simak rasioo.id di Google News








Komentar