RASIOO.ID – Cuaca ekstrem hujan deras yang disertai angin kencang di Kota Bogor pada pekan ini menyebabkan bencana atap rumah ambruk hingga tanah longsor di beberapa lokasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada empat lokasi terjadi atap rumah ambruk gegara cuaca ekstrem pada Kamis 19 Februari 2026 dan Jumat 20 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko membenarkan kejadian tersebut. Dalam laporan bencana yang dibagikan, tercatat ada empat lokasi terjadinya atap rumah ambruk pada pekan ini.
Baca juga : Pemkot Bogor Terus Matangkan Rencana Hadirkan Trem, Wali Kota : Sambut LRT Masuk Wilayah Bogor
Yakni di Kelurahan Sindangrasa (Kecamatan Bogor Timur), Kelurahan Kertamaya (Kecamatan Bogor Selatan), Kelurahan Kedunghalang (Kelurahan Bogor Utara) dan Kelurahan Cibadak (Kelurahan Tanah Sareal).
Dimas Tiko menjelaskan, kejadian pertama di Perumahan Unitex Jalan Melati RT 04/06, Sindangrasa terjadi pada Kamis 19 Februari 2026. Akibat cuara buruk, atap rumah keluarga Alm. Ilyas ambruk dan plafon ruang tamu pun ikut ambruk.
“Bahkan sempat menimpa satu korban pemilik rumah,” kata dia, Sabtu 21 Februari 2026.
Kedua, kata dia, terjadi pada rumah milik Edah, di Kampung Margasari, Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis 19 Februari 2026 pukul 13:30 WIB.
“Kondisi rumah yang ambruk dirumah tengah serta ruang tidur,” ujar Dimas.
Ketiga, BPBD juga mendatangi rumah ambruk akibat cuaca ekstrem di kawasan Pangkalan 2, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara.
Kejadian terjadi pada Jumat 20 Februari 2026 sekitar pukul 13:00 WIB.
“Kondisi rumah milik Entin Sumiati, roboh dan rusak berat, sehingga tidak dapat ditempati kembali. Harus mengungsi sementara waktu,” tandas mantan Sekdis Perhubungan Kota Bogor itu.
Keempat, sambung dia, atap rumah warga di Jalan Kukupu RT 01/07 Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sereal ambruk pada Jumat 20 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB
“Rumah milik Bapak Asep, atap rumah ambruk terjadi di ruang tengah rumah,” tukas Dimas.
Pihaknya sudah melakukan assesment terhadap lokasi-lokasi bencana atap rumah ambruk tersebut dengan penanganan masing-masing.
Menurut dia, ada beberapa rumah yang alami bencana karena intensitas hujan yang tinggi dan beberapa rumah yang memang kondisinya sudah rapuh.
“Semua bencana rumah yang ambruk akibat cuaca ekstrem telah di tangani oleh tim BPBD Kota Bogor,” tutup Dimas Tiko.














Komentar