RASIOO.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kota Bogor masuk dalam kategori zona risiko tinggi bencana tanah longsor.
Kondisi ini membuat masyarakat yang tinggal di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Berdasarkan data BPBD, terdapat tiga kecamatan di Kota Bogor yang tercatat memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi, yakni Bogor Tengah, Bogor Timur, dan Tanah Sareal.
Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi longsor karena kombinasi beberapa faktor, mulai dari kondisi geografis, struktur tanah yang labil, hingga curah hujan yang tinggi yang kerap terjadi di Kota Bogor.
BPBD menjelaskan bahwa daerah dengan kontur tanah yang miring atau berada di sekitar tebing memiliki risiko lebih besar mengalami longsor, terlebih saat tanah jenuh oleh air hujan dalam waktu lama.
Selain itu, kepadatan permukiman di beberapa titik juga menjadi perhatian karena dapat memperbesar dampak jika terjadi bencana.
Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar, seperti munculnya retakan tanah, pohon yang mulai miring, hingga perubahan aliran air di sekitar lereng.
Apabila ditemukan tanda-tanda tersebut, warga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau petugas kebencanaan agar dapat dilakukan penanganan lebih cepat.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kondisi tanah, seperti memotong tebing tanpa penguatan struktur atau membuang air limbah ke area lereng.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, diharapkan potensi dampak bencana tanah longsor di Kota Bogor dapat diminimalkan.















Komentar