RASIOO.id – Warga di sekitar Jalan Martadinata, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, masih nekat melintasi rel kereta api di kawasan Kebon Pedes untuk aktivitas sehari-hari. Kondisi itu terjadi karena tidak adanya akses khusus pejalan kaki di sekitar flyover Martadinata.
Pantauan di lokasi, warga terlihat lalu lalang menyeberangi rel kereta meski berisiko membahayakan keselamatan.
Salah seorang warga Kebon Pedes, Yani (60), mengatakan kebiasaan menyeberang rel sudah berlangsung sejak lama dan menjadi akses tercepat bagi warga sekitar.
“Kalau naik kendaraan lewat atas, kalau jalan kaki lewat bawah sini. Kalau keretanya sudah lewat langsung nyeberang saja,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Yani, dirinya sudah terbiasa melintasi rel sehingga tidak lagi merasa takut.
“Enggak takut, kalau sudah biasa enggak takut lagi. Rumah saya juga di pinggir rel kereta api,” katanya.
Ia mengaku hingga saat ini belum pernah mendengar adanya kecelakaan kereta di lokasi tersebut.
“Kalau di sini alhamdulillah belum pernah ada yang ketabrak kereta,” ucapnya.
Yani mengatakan warga biasanya mengandalkan suara dan pengamatan langsung sebelum menyeberang rel.
“Kalau ada kereta biasanya bunyi. Yang penting lihat kiri kanan dulu sebelum nyeberang,” tuturnya.
Ia juga menyebut belum ada imbauan khusus dari pemerintah maupun PT KAI terkait aktivitas penyeberangan warga di lokasi tersebut.
“Kalau imbauan khusus sih enggak ada. Dulu paling ada penjagaan dari polisi lalu lintas,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Aldi, warga lain yang rutin melintas di kawasan itu. Ia menilai flyover Martadinata belum ramah bagi pejalan kaki karena tidak tersedia jalur khusus.
“Kalau lewat atas tidak ada akses buat pejalan kaki. Jadi warga memang biasa lewat bawah karena lebih dekat,” ujarnya.
Menurut Aldi, kondisi flyover saat ini hanya mendukung kendaraan bermotor dan belum memperhatikan kebutuhan pejalan kaki.
“Di atas masih belum support, cuma buat kendaraan besar saja,” katanya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait segera menyediakan fasilitas penyeberangan yang aman bagi warga.
“Harus ada rambu-rambu yang jelas buat pejalan kaki di sini. Kalau memang mau diarahkan lewat atas, akses pejalan kaki juga harus disediakan,” tutupnya.













Komentar