RASIOO.id – Belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pradhana Probo Setyarjo langsung membuat gebrakan besar. Ia resmi menaikkan status dugaan korupsi penyewaan pesawat terbang di tubuh PT Angkasa Pura Kargo (PT APK) ke tahap penyidikan.
Kasus yang menyeret perusahaan yang kini telah berganti nama menjadi PT IAS itu diduga melibatkan proyek penyewaan pesawat Boeing 737-300 senilai miliaran rupiah yang berakhir fiktif.
Keputusan peningkatan status perkara tersebut tertuang dalam Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Nomor: PRIN-410/M.6.11/Fd.2/05/2026 tertanggal 21 Mei 2026.
Kasi Intelijen Kejari Kota Tangerang, Anak Agung Suarja Teja Buana menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2021 saat PT APK membuka lini bisnis baru berupa charter pesawat terbang dan memasukkannya ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun buku 2022.
Pada Februari 2022, PT APK kemudian menunjuk PT WSU sebagai mitra usaha untuk mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-300. Namun belakangan diketahui, perusahaan tersebut ternyata tidak memiliki sertifikasi resmi untuk mengoperasikan armada pesawat tersebut.
Meski mitra yang dipilih dinilai tidak kompeten dan tak mengantongi izin yang memadai, PT APK tetap melakukan pembayaran fantastis hingga mencapai Rp5,49 miliar.
“Nyatanya, kegiatan pengoperasian pesawat Boeing 737-300 tersebut tidak pernah terealisasi alias fiktif,” ungkap Teja, Jumat (22/5/2026).
Hasil penyelidikan yang dilakukan tim jaksa menemukan adanya indikasi kuat perbuatan melawan hukum yang mengarah pada tindak pidana korupsi dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
Kini, setelah status perkara resmi naik ke tahap penyidikan, Kejari Kota Tangerang mulai bergerak cepat untuk membongkar pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Tim penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi terkait, mengumpulkan alat bukti tambahan, serta menetapkan pihak yang paling bertanggung jawab atas perkara ini,” tegasnya.
Langkah cepat Kajari baru tersebut pun menjadi sorotan publik. Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi, pengusutan kasus dugaan proyek pesawat fiktif bernilai miliaran rupiah ini diperkirakan bakal membuka fakta-fakta baru yang lebih mengejutkan.













Komentar