Bogor Selatan Bakal Punya Akses Baru ke Tol Ciawi, Jalur 600 Meter Disiapkan untuk Urai Kemacetan

RASIOO.ID – Pemerintah Kota Bogor menginisiasi pembangunan jalur alternatif menuju Tol Ciawi Selatan sebagai solusi untuk mengatasi persoalan aksesibilitas dan kemacetan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga Bogor Selatan.

Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Trans Jabar Tol (TJT), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sinarmas.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan jalur baru ini menjadi solusi bagi masyarakat Bogor Selatan yang selama ini harus memutar cukup jauh saat hendak pulang dari arah Bogor.

“Selama ini masyarakat Bogor Selatan kalau mau ke Bogor bisa langsung. Tapi kalau pulangnya harus memutar jauh lewat Pasar Ciawi. Kendala ini sudah dialami warga bertahun-tahun,” ujar Dedie.

Menurutnya, kehadiran akses baru tersebut akan mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Simpang Pasar Ciawi yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan.

Sedikitnya enam wilayah di Bogor Selatan akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan jalur tersebut, yakni Kelurahan Bojongkerta, Kertamaya, Rancamaya, Dekeng, Cipaku, dan Genteng.

Secara teknis, jalan alternatif itu akan dibangun sepanjang sekitar 600 meter dengan lebar awal sekitar 3,7 meter. Namun, desain akhir masih akan disesuaikan oleh PT SMI dan PT Trans Jabar Tol sesuai regulasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Jaraknya sekitar 600 meter dengan lebar kurang lebih 3,7 meter. Nanti secara teknis akan diatur kembali oleh SMI dan TJT sesuai ketentuan BPJT,” jelasnya.

Selain menjadi solusi kemacetan, jalur tersebut juga diproyeksikan sebagai akses darurat ketika terjadi gangguan lalu lintas akibat bencana.

Dedie mencontohkan peristiwa longsor di kawasan Batu Tulis beberapa waktu lalu yang sempat melumpuhkan mobilitas masyarakat. Dengan adanya jalur alternatif ini, warga akan memiliki pilihan akses lain saat kondisi serupa terjadi.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai dalam waktu dekat sehingga akses tersebut sudah bisa dimanfaatkan masyarakat pada tahun depan.

“Mudah-mudahan dalam satu tahun ini bisa kita bangun, sehingga tahun depan akses jalan ini sudah dapat digunakan penuh oleh masyarakat,” tutupnya.

Komentar